Showing posts with label Geografi. Show all posts
Showing posts with label Geografi. Show all posts

Wednesday, March 18, 2020

Sebutkan Pengertian dan Ciri-ciri Pedosfer?

Pedosfer merupakan suatu lapisan tanah yang menutupi permukaan bumi. Ilmu yang mempelajari proses-proses pembentukan tanah beserta faktor-faktor pembentuknya, klasifikasi tanah, survei tanah, dan cara-cara pengamatan tanah di lapangan disebut dengan pedologi (Sarwono Hardjowigeno).
Istilah tanah sudah banyak didefinisikan orang. Misalnya, ahli pertanian mendefinisikan tanah sebagai media pertumbuhan tanaman. Adapun ahli geografi mendefinisikan tanah sebagai hasil pelapukan batuan beku, batuan metamorf, dan proses sedimentasi.
Selanjutnya Sarwono Hardjowigeno menyatakan bahwa tanah sebagai kumpulan benda-benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horizon, terdiri dari campuran bahan material, bahan organis, air dan udara serta merupakan media untuk pertumbuhan tanaman.
Glinka (1927) mengemukakan bahwa tanah ialah tubuh alam yang bebas dan mempunyai ciri-ciri morfologi tertentu sebagai hasil interaksi antara iklim, organisme, bahan induk, relief, dan waktu.


Ciri-Ciri Pedosfer

Seperti dikemukakan oleh Glinka bahwa tanah mempunyai ciri-ciri morfologi tertentu. Ciri atau sifat morfologi tersebut bisa diamati dan dipelajari di lapangan. Sifat morfologi tanah merupakan sifat-sifat fisik tanah.


Adapun ciri-ciri morfologi tanah, yaitu sebagai berikut.
1. Warna tanah
Perbedaan warna tanah disebabkan adanya kandungan bahan organis, kandungan air, umur/tingkat perkembangan tanah, kandungan bahan tertentu. Warna tanah yang gelap menunjukkan tanah tersebut banyak mengandung sebuah bahan organis.
Lapisan tanah atas, umumnya banyak mengandung bahan organis, sedangkan pada lapisan tanah bawah umumnya bahan organisnya rendah, dan warna tanah banyak ditentukan unsur Fe. Tanah merah di Indonesia mempunyai kandungan bahan organis lebih dari 1%, sama dengan kandungan bahan organis tanah di daerah yang beriklim sedang.
2. Tekstur tanah
Tekstur tanah bervariasi dari kasar sampai halus. Ukuran tekstur tanah yang berukuran 2 mm =< 0.002 mm bisa dianggap sebagai tekstur kasar, contohnya yaitu kerikil sampai batu. Tekstur tanah yang lebih halus terdiri atas pasir 2 mm 50 ,u,, debu 50 p, 2 ,u,, dan liat < 2 ,u,. Tekstur tanah bisa diketahui dengan memijit tanah basah melalui jari-jari tangan. Contoh: Pasir: terasa di tangan kasar, sedikit melekat, dan tidak dapat digulung dan juga Lempung: terasa di tangan tidak kasar dan tidak licin, agak melekat, dapat digulung atau dibentuk bola. • Debu: terasa di tangan licin selcali, agak melekat, dan dapat digulung atau dibentuk bola.
3. Struktur tanah
Struktur tanah adalah gumpalan kecil dari butir-butir tanah yang terjadi karena adanya bahan-bahan organis, oksida-oksida besi, dan sebagainya yang mengikat butir-butir pasir, debu, dan tanah liat. Gumpalan-gumpalan kecil memiliki bentuk, ukuran, dan ketahanan yang berbeda-beda.
Ukuran struktur tanah Ukuran stuktur tanah berbeda-beda. Bentuk struktur lempeng memiliki ketebalan kurang dari 1 mm – 10 mm, struktur prisma dan tiang kurang dari 10 mm – lebih dari 100 mm, granuler kurang dari 1 mm – lebih dari 10 mm, remah kurang dari 1 mm lebih dari 5 mm dan gumpal kurang dari 5 mm – lebih dari 50 mm. Ketahanan (kemantapan) Ketahanan struktur tanah dibedakan sebagai berikut.
  • Tingkat ketahanan lemah (butir-butir struktur tanah mudah hancur).
  • Tingkat ketahanan sedang (butir-butir struktur tanah agak sukar hancur).
  • Tingkat ketahanan kuat (butir-butir struktur tanah sukar hancur).
Konsistensi Menunjukkan kekuatan daya kohesi butir-butir tanah atau daya adhesi butir-butir tanah dengan benda-benda lain. Tanah yang punya konsistensi baik akan mudah diolah dan tidak melekat pada alat pengolah (cangkul, bajak, dan sebagainya).
4. Temperatur tanah
Temperatur tanah sangat tergantung pada input panas, panas spesifik tanah, dan output panas. Input panas berasal dari sinar matahari dan panas bumi. Temperatur tanah sangat memengaruhi aktivitas mikroba tanah. Aktivitas biota tanah sangat baik pada temperatur antara 18 30°C.
5. Berat jenis tanah
Berat jenis tanah adalah kerapatan tanah per satuan volume yang dinyatakan dalam dua batasan, yaitu sebagai berikut: Kerapatan partikel (bobot partikel) adalah bobot massa partikel padat per satuan volume tanah. Biasanya tanah mempunyai kerapatan partikel 2,6 gram/cm3, yang artinya setiap 1 cm3 volume tanah memiliki kerapatan partikel 2,6 gram. Sedangkan Kerapatan massa (bobot isi) adalah bobot massa tanah kondisi lapangan yang dikering-ovenkan per satuan volume.
6. Porositas tanah
Porositas yaitu sebuah perbandingan antara pori-pori udara dalam tanah dengan volume tanah secara keseluruhan. Tanah yang poreus mempunyai ruang pori yang cukup untuk pergerakan air dan udara, sebaliknya tanah yang tidak poreus sulit dilewati air dan udara.
7. Aerasi tanah
Aerasi tanahialah suatu kondisi keluar masuknya udara dalam tanah. Aerasi baik jika keluar masuknya udara dalam tanah tidak mengalami hambatan.

Faktor-Faktor Pembentuk Tanah

Pada dasarnya tanah berasal dari batuan atau zat anorganik yang mengalami pelapukan. Berubahnya batuan menjadi butir-butir tanah dikarenakan oleh beberapa faktor antara lain:
1. Iklim
Unsur-unsur iklim yang memengaruhi proses pembentukan tanah utama, yakni suhu dan curah hujan. Suhu akan berpengaruh terhadap proses pelapukan bahan induk. Bila suhu tinggi, proses pelapukan akan berlangsung cepat sehingga pembentukan tanah akan cepat pula. Curah hujan akan berpengaruh terhadap kekuatan erosi dan pencucian tanah, sedangkan penyucian tanah yang cepat menyebabkan tanah menjadi asam (pH tanah menjadi rendah).
2. Organisme (Vegetasi dan Jasad Renik)
Organisme sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah dalam hal:
  • Membantu dalam proses pelapukan baik pelapukan organik maupun pelapukan kimiawi. Pelapukan organik ialah pelapukan yang dilakukan oleh makhluk hidup (hewan dan tumbuhan), sedangkan pelapukan kimiawi yaitu terjadi oleh proses kimia seperti batu kapur yang larut oleh air.
  • Membantu proses pembentukan humus. Tumbuhan akan menghasilkan dan menyisakan daun-daunan dan rantingranting yang menumpuk di permukaan tanah. Daun dan ranting itu akan membusuk dengan bantuan jasad renik/ mikroorganisme yang ada di dalam tanah.
  • Pengaruh jenis vegetasi terhadap sifat-sifat tanah sangat nyata terjadi di daerah beriklim sedang seperti di Eropa dan Amerika. Vegetasi hutan bisa membentuk tanah hutan dengan warna merah, sedangkan vegetasi rumput membentuk tanah berwarna hitam karena banyak kandungan bahan organik yang berasal dari akar-akar dan sisa-sisa rumput.
  • Kandungan unsur-unsur kimia yang terdapat pada tanaman berpengaruh terhadap sifat-sifat tanah. Contoh, jenis tanaman cemara akan memberi unsur-unsur kimia seperti Ca, Mg, dan K yang relatif rendah, akibatnya tanah di bawah pohon cemara, derajat keasamannya lebih tinggi daripada tanah di bawah pohon jati.
3. Bahan Induk
Bahan induk terdiri atas batuan vulkanik, batuan beku, batuan sedimen (endapan), dan batuan metamorf. Batuan induk itu akan hancur menjadi bahan induk, kemudian akan mengalami pelapukan dan menjadi tanah.
4. Topografi/Relief
Keadaan relief suatu daerah akan memengaruhi suatu pembentukan tanah, antara lain sebagai berikut.
  • Tebal atau tipisnya lapisan tanah. Daerah dengan topografi miring dan berbukit lapisan tanahnya menjadi lebih tipis karena tererosi, sedangkan daerah yang datar lapisan tanahnya tebal karena terjadi proses sedimentasi.
  • Sistem drainase atau pengaliran. Daerah yang drainasenya jelek sering tergenang air. Keadaan ini akan mengakibatkan tanahnya menjadi asam.
5. Waktu
Tanah adalah benda alam yang terus-menerus berubah, akibat pelapukan dan pencucian yang terus-menerus. Oleh sebab itu, tanah akan menjadi semakin tua. Mineral yang banyak mengandung unsur hara telah habis mengalami pelapukan, sehingga tinggal mineral yang sukar lapuk seperti kuarsa. Karena proses pembentukan tanah yang terus berjalan, maka induk tanah berubah berturut-turut menjadi tanah muda, tanah dewasa, dan tanah tua.

Jenis-jensi Tanah di Indonesia

Interaksi antara faktor-faktor pembentuk tanah akan menghasilkan tanah dengan sifat-sifat yang berbeda. Berdasarkan pada faktor pembentuk dan sifat tanah inilah, beberapa ahli mengklasifikasikan tanah dengan klasifikasi yang berbeda. Jenis tanah yang terdapat di Indonesia bermacam-macam, antara lain sebagai berikut. (Lihat lebih lengkap tentang: Jenis-jenis Tanah)
1. Litosol
Tanah litosol adalah jenis tanah berbatu-batu dengan lapisan tanah yang tidak begitu tebal. Bahannya berasal dari jenis batuan beku yang belum mengalami proses pelapukan secara sempurna. Jenis tanah ini banyak ditemukan di lereng gunung dan pegunungan di seluruh Indonesia.
2. Aluvial
Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami perkembangan, berasal dari bahan induk aluvium, tekstur beraneka ragam, belum terbentuk struktur, konsistensi dalam keadaan basah lekat, pH bermacammacam, dan kesuburannya berkisar antara sedang hingga tinggi. Penyebarannya di daerah dataran aluvial sungai, dataran aluvial pantai, dan daerah cekungan (depresi).
3. Regosol
Jenis Tanah ini ialah sebuah endapan abu vulkanik baru yang mempunyai butir kasar. Penyebaran terutama pada daerah lereng gunung api. Tanah ini banyak terdapat di daerah Sumatra bagian timur dan barat, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
4. Andosol/Tanah Gambut
Jenis tanah ini berasal dari bahan induk organik, seperti dari hutan rawa atau rumput rawa. Ciri dan sifat: tidak terjadi diferensiasi horizon secara jelas, ketebalan lebih dari 0,5 meter, warna cokelat sampai kehitaman, tekstur debu lempung, tidak berstruktur, konsistensi tidak lekat-agak lekat, kandungan organik lebih dari 30% untuk tanah tekstur lempung dan lebih dari 20% untuk tanah tekstur pasir, umumnya bersifat sangat asam (pH 4.0), dan kandungan unsur hara rendah.
5. Latosol
Latosol tersebar di daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 300 mm/tahun, dan ketinggian tempat berkisar 300–1.000 meter. Tanah ini terbentuk dari batuan gunung api kemudian mengalami proses pelapukan lanjut.
6. Grumosol
Tanah ini merupakan tanah mineral yang memiliki perkembangan profil, agak tebal, tekstur lempung berat, struktur granular di lapisan atas dan gumpal sampai pejal di lapisan bawah, konsistensi jika basah sangat lekat dan plastis. Namun, jika kering sangat keras dan tanah retak-retak, kejenuhan basa, permeabilitas lambat, dan peka erosi. Penyebarannya di daerah iklim subhumid, dengan curah hujan kurang dari 2500 mm/tahun.
7. Podsol
Jenis tanah ini berasal dari batuan induk pasir. Penyebaran di daerah beriklim basah, topografi pegunungan, misalnya di daerah Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, dan Papua Barat. Kesuburan tanah rendah.
8. Andosol
Jenis tanah ini merupakan jenis tanah dengan kandungan mineral yang telah mengalami perkembangan profil, solum agak tebal, warna agak cokelat kekelabuan sampai hitam, kandungan organik tinggi, tekstur geluh berdebu, struktur remah, konsistensi gembur dan bersifat licin berminyak agak asam, kejenuhan basa tinggi dan daya absorpsi sedang, kelembapan tinggi, permeabilitas sedang, serta peka terhadap erosi.
Demikian materi pelajaran tentang pedosfer di siswanews blog

Friday, May 24, 2019

Jenis Pantai Berdasarkan Proses Pembentukan dan Geografisnya

Jenis Pantai Berdasarkan Proses Pembentukan dan Geografisnya - Kalau kita membicarakan mengenai relief permukaan bumi maka ada banyak hal yang bisa kita bahas, karena setiap permukaan dari planet bumi memiliki  keunikan dan karakteristik yang berbeda-beda.

Penyebab dari terbentuknya setiap relief muka bumi itu sendiri bisa berasal dari berbagai macam hal. Ada yang memang terbentuk secara alami, dengan adanya dorongan dari faktor-faktor alam.

Namun, ada juga beberapa yang terjadi akibat adanya faktor buatan. Tak sedikit dari beberapa kenampakan muka bumi yang ada berasal dari campur tangan manusia. Campur tangan tersebut bisa baik secara langsung maupun tak langsung. Permukaan bumi sendiri bukanlah sebuah permukaan yang mati, namun permukaan bumi pada dasarnya hidup dalam artian selalu mengalami perubahan dalam bentuk yang bermacam-macam.

Bentuk permukaan bumi sendiri sangat beragam dan bermacam-macam. Fungsi yang mereka miliki pun juga tak sama satu sama lain. Jika sebelumnya memang beberapa permukaan bumi tak memiliki fungsi yang pasti selain keberadaanya secara alami.

Kini, seiring dengan perkembangan jaman yang ada beberapa relief muka bumi tersebut mendapatkan bentuk dan fungsi baru. Mereka berubah bentuk menjadi sebuah destinasi wisata yang selalu menjadi buruan. Ada banyak sekali jenis permukaan bumi yang mengalami dan menemukan fungsi baru ini.

Dari sekian banyak jenis permukaan bumi yang ada, maka salah satu yang cukup terkenal adalah pantai. Sebuah lokasi yang bisa dikatakan tak pernah sepi dan selalu menjadi incaran. Kali ini kita akan membahas mengenai jenis pantai yang ada. Ada beberapa jenis pantai yang bisa kita ketahui seperti

Jika kita mengacu pada pengertian pantai dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka pantai sendiri memiliki artian tepi laut, pesisir, perbatasan daratan dengan laut atau massa air lainnya dan bagian yang dapat pengaruh dari air tersebut, daerah pasang surut di pantai antara pasang tertinggi dan surut terendah, atau pun landai. Namun, jika kita melihat dari artian geografis maka pantai adalah sebuah endapan sedimen yang muncul dari garis air terendah sampai dengan tebing atau sampai pada zona tumbuhan permanen. Ada banyak sekali jenis pantai yang ada di muka bumi jika kita ingin menelusurinya. Beberapa jenis pantai dapat dibedakan menjadi dua macam golongan utama yaitu

JENIS PANTAI BERDASARKAN PROSES PEMBENTUKAN

Jenis pantai yang satu ini merupakan pembagian pantai berdasarkan proses pembentukannya. Meskipun proses yang dapat mendorong pembentukan dari pantai tersebut tidak terlalu banyak. hal tersebut dikarenakan kebanyakan proses pembentukan dari pantai banyak dipengaruhi proses sedimentasi yang terjadi pada kawasan tersebut. berdasarkan hal tersebut ada beberapa jenis pantai yang bisa kita ketahui, seperti

1. Pantai Spit

Jenis pantai yang satu ini merupakan salah satu jenis pantai yang cukup menarik dan cukup unik. Hal ini dikarenakan jenis pantai yang satu ini sangat berhubungan erat dengan proses sedimentasi. Proses dan bentuk sedimentasi yang terjadi pun sangat bermacam-macam dengan karakteristik yang saling berbeda satu sama lain. Namun, ciri utama pantai spit adalah salah satu ujung dari pantai tersebut bersambung langsung dengan daratan. Hal ini dapat diartikan bahwa konsentrasi sedimentasi sangat besar pada bagian ujung yang bersatu dengan daratan. Dalam hal ini sedimentasi tersebut biasanya berupa pasir pantai atau beberapa jenis bahan yang terbawa arus air.

2. Pantai Baymouth

Pantai yang satu ini bisa dikatakan cukup unik dan menarik, hal tersebut dikarenakan bentukan dari pantai ini yang cukup berbeda. Meskipun proses yang menyebabkannya masih tak jauh berbeda yaitu akibat adanya sedimentasi. Pada pantai baymouth bentuk yang dimiliki oleh sedimen tersebut adalah berbukit-bukit. Kemudian bentukan dari pantai ini cukup menarik karena seolah-olah memotong kawasan teluk dengan dengan lautan. Tentu saja dengan kondisi seperti ini akan sangat berpengaruh besar terhadap ekosistem pantai ada. Teluk yang terpisah tersebut, kemudian akan terlihat seperti danau yang seolah-olah berdiri sendiri.

3. Pantai Tombolo

Jenis pantai yang satu ini satu ini masih merupakan pantai yang terbentuk akibat adanya endapan pada kawasan lautan. Endapan  yang terjadi pada pantai Tombolo ini memang cukup berbeda. Hal tersebut dikarenakan endapan yang muncul berada di antara dua daratan yang terpisah. Pantai Tombolo sendiri adalah sebuah endapan sedimentasi pasir yang menghubungkan sebuah pulau dengan daratan utama. Namun, bisa juga kedau pulau tersebut bukanlah daratan utama. Sehingga jenis pantai Tombolo ini sendiri seakan-akan seperti sebuah jembatan penghubung antara kedua daratan. Meskipun dalam beberapa kondisi kadang jenis pantai Tombolo ini hanya dapat terlihat ketika laut sedang surut.




JENIS PANTAI BERDASARKAN BENTUK GEOGRAFIS

Jika sebelumnya kita telah menyinggung mengenai beberapa jenis pantai yang berdasarkan proses terjadinya. Maka pembahasan ini akan menjelaskan mengenai jenis-jenis pantai berdasarkan bentuk geografisnya. Jenis pantau ini memiliki beberapa kondisi dengan karakteristik yang cukup menarik. Beberapa jenis pantai tersebut adalah

1. Pantai Landai

Sebagaimana yang telah disebutkan, bahwa pantai yang satu ini cenderung memiliki bentuk yang landai. Jika kita mengunjungi pantai ini maka bentukan permukaan dari setiap ujung pantai akan sama tanpa ada perubahan sedikit pun. Meskipun begitu ada juga beberapa kawasan pantai landai yang tidak landai secara penuh. Meskipun begitu terkadang terdapat beberapa persyaratan yang harus diperhatikan dalam penyebutan karakteristik pantai landai ini. Jenis pantai landai ini sendiri dapat kita temukan pada Pantai Mangrove, Pantai Delta, dan Juga Pantai Estuari.

2. Pantai Curam

Pantai curam ini memiliki bentukan yang mungkin sedikit banyak berbeda dengan pantai-pantai yang lain. Hal tersebut dikarenakan pantai curam adalah sebuah kawasan pantai yang terdiri dari perbukitan. Sehingga kita akan sangat sedikit menemukan bibir pantai, jika kita memahami dan mengerti mengenai beberapa pengertian dataran pantai maka tak akan terlalu susah untuk mengerti tentang kondisi dari pantai curam. Jika berbicara mengenai pantai curam yang ada di Indonesia maka kita bisa menemukannya di kawasan pantai selatan Pulau Jawa, atau ada juga beberapa dapat ditemukan pada kawasan Pulau Bali.


3. Pantai Bertebing

Salah satu jenis panti yang cukup  sering kita temukan adalah jenis pantai bertebing. Jenis pantai ini sendiri kadang disebut juga sebagai jenis pantai Flaise. Mungkin dalam beberapa hal kadang jenis pantai yang satu ini cukup sulit untuk dibedakan dari pantai curam. Namun, pada pantai bertebing ini sendiri dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu pantai bertebing terjal dan juga pantai bertebing bergantung. Penyebab dari pantai bertebing ini sendiri memiliki beberapa penyebab yang bermacam-macam. Salah satu penyebab utama dari terbentuknya pantai ini adalah adanya endapan tebing yang tekikis karena abrasi. Sehingga pada pantai bertebing ini kadang kita masih dapat menemukan beberapa bagian yang memiliki pantai. Namun, ada juga yang selebihnya tak memiliki pantai berpasir.

4. Pantai Karang

Pantai yang satu ini bisa dikatakan merupakan salah satu jenis pantai yang akan memiliki ekosistem cukup unik dan menarik. hal tersebut  dikarenakan jenis pantai yang satu ini akan sangat berhubungan erat dengan kondisi di bawah laut itu sendiri. Sebuah pantai disebut sebagai pantai karang apabila kawasan sepanjang pantai tersebut banyak tersusun dar terumbu karang. Pada kawasan pantai yang satu ini banyak sekali ditemukan di Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara dan juga Maluku. Maka tak mengherankan jika kawasan-kawasan tersebut banyak sekali memiliki lokasi objek wisata pantai dengan pemandangan bawah laut yang menakjubkan.

Itulah tadi beberapa jenis pantai dengan berbagai macam proses pembentukan dan kenampakannya. Setiap pantai tersebut memiliki karakteristik sendiri yang berbeda-beda. Setiap pantai tersebut tak bisa diperbandingkan satu dengan yang lain, karena faktor pembentuk yang berbeda. Namun, setiap jenis pantai tersebut akan selalu memiliki penikmat yang tak akan pernah sepi. Semoga informasi tadi bermanfaat.

Wednesday, August 10, 2016

Bagaimana terjadinya gerhana matahari ?

Bagaimana terjadinya gerhana matahari ?
Gerhana matahari merupakan peristiwa gerhana yang terjadi karena cahaya matahari tidak dapat memancar langsung ke bumi karena tertutup oleh bulan. Perstiwa ini terjadi ketika sebagian atau seluruh penampang matahari tertutup bulan sehingga matahari menjadi sejajar dengan bulan, sementara matahari tidak dapat memantulkan cahayanya ke bumi dengan baik. Gerhana matahari terdiri dari dua jenis, yaitu:
  • Gerhana matahari total, yaitumeliputi daerah titik pusat umbra sehingga matahari sama sekali tidak dapat memancarkan cahayanya terhadap bumi. Pada saat terjadi gerhana matahari total, permukaan bumi akan diliputi kegelapan yang gulita tanpa adanya cahaya sama sekali.
  • Gerhana matahari sebagian, yaituterjadi apabila bumi tidak seluruhnya tersabotase dari sinar matahari seperti yang terjadi pada gerhana matahari total. Bagian matahari sebagian yang tidak tertutup bulan akan menyinari permukaan bumi.
  • Gerhana matahari cincin, yaituterjadi ketika matahari tertutup bayangan bulan lebih jauh, sehingga terdapat cincin yang lebih besar untuk menyinarkan seberkas cahaya di permukaan bumi.
Gerhana matahari di Indonesia baru-baru ini pernah terjadi pada tanggal 9 Maret 2016. Peristiwa ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai dampak secara langsung terhadap bumi. Tetapi nyatanya gerhana matahari tidak akan member dampak secara langsung seperti kebakaran atau bencana. Melainkan dampak seperti pada gravitasi atau magnet bumi. Satu-satunya himbauan kepada masyarakat mengenai hal ini adalah untuk tidak melihat gerhana matahari dengan mata telanjang karena akan mengakibatkan kebutaan.

Apa yang dimaksud dengan energi eksogen dan endogen


Apa yang dimaksud dengan energi eksogen dan endogen? 
Jawab:

Permukaan bumi diciptakan tidak rata, terdapat cekungan maupun cembungan yang memberikan karakter permukaan bumi, hal tersebut tidak terlepas dari faktor-faktor yang membentuknya antara lain adalah energi yang ditetima atau dilepaskan bumi, antara lain:

· Tenaga eksogen
Tenaga eksogen adalah energi dari luar yang menekan permukaan bumi, sehingga menimbulkan cekungan di kulit bumi, contohnya adalah terciptanya palung laut.

· Tenaga endogen
Tenaga endogen adalah energi tang menekan keluar dari dalam bumi, sehingga menimbulkan cembungan di kukut bumi. Contohnya proses terjadinya gunung.

3 Contoh Dataran Rendah di Indonesia


Sebutkan 3 Contoh Dataran Rendah yang Ada di Indonesia ?
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbentuk karena proses evolusi bumi. Proses evolusi bumi yang begitu panjang membuat Indonesia memiliki wilayah dengan dataran tinggi dan dataran rendah.

Dataran tinggi merupakan dataran dengan wilayah luas yang terletah di wilayah yang tinggi atau di pegunungan.
  • Dataran tinggi biasanya terbentuk dari hasil erosi dan sedimentasi.
  • Sedangkan dataran rendah merupakan lawan dari dataran tinggi. Dataran rendah merupakan wilayah tanah yang datar dan luas, biasanya berada pada ketinggian yang tidak lebih dari 200 meter di atas permukaan laut.
  • Sebagian besar wilayah Indonesia terdiri atas dataran tinggi. Namun ada juga wilayah dengan dataran rendah. Sebagai contoh dataran rendah Madiun, dataran rendah Surakarta, dataran rendah Semarang, dan dtaran rendah Palembang.
  • Wilayah dataran rendah memiliki suhu dengan kisaran 23 sampai dengan 28 derajat celcius. Wilayah dataran rendah biasa dipilih untuk tempat tinggal karena memiliki suhu udara yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
  • Dataran rendah Madiun memiliki ketinggian 63 sampai dengan 67 meter di atas permukaan air laut. Suhu di wilayah ini berkisar antara 20 sampai 35 derajat celcius.
Contoh Dataran Renda di Indonesia
  1. Letak wilayah dataran rendah Surakarta berada pada ketinggian 100 meter di atas permukaan laut. Di sebelah barat dan timur masing-masing diapit oleh gunung Merapi dan gunung Lawu. Wilayah dataran rendah ini cocok untuk bercocok tanam sayuran dan buah.
  2. Dataran rendah Semarang terletak pada posisi 4km dari garis pantai. Wilayah ini memiliki kemiringan antara 0%-2%.
  3. Dataran rendah Palembang memiliki luas wilayah 102,47km persegi. Dataran rendah ini memiliki ketinggian rata-rata 8 meter di atas permukaan laut. Suhu udara di wilayah ini berkisar antara 23,4 - 31,7 derajat celcius.

Friday, May 13, 2016

Tips Menghadapi Tsunami (Hal Yang di Lakukan Ketika Tsunami Terjadi)

Tsunami adalah kata berbahasa Jepang yang berarti gelombang ombak lautan (tsu artinya lautan, nami berarti gelombang ombak). Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi. Gempa yang terjadi di Aceh dan Sumut mencapai 9,3 skala Richter. Jadi, tsunami memang identik dengan gempa yang terjadi di dasar laut, bukan di daratan. Gelombang ombak yang ditimbulkan memiliki kecepatan 600 mil per jam (hampir 1.000 km per jam) atau sama dengan kecepatan rata-rata pesawat udara. Tinggi gelombang bisa
mencapai 6 sampai 14 meter untuk ukuran rata-rata, tapi bisa juga mencapai 30 meter. Gelombang tsunami bisa menghantam daratan selama 5 sampai 30 menit.
      Kalau gelombang ombak datang, kita nyaris tidak sempat melarikan diri. Sedemikian besar dan cepatnya, gelombang ombak ini dapat melintasi lautan luas, termasuk Lautan Pasifik. Jadi, gelombang tsunami yang terjadi di Pulau Sumatra mencapai India, Sri Lanka, Thailand, dan beberapa negara di Asia Timur dengan kekuatan yang sama. Memang tidak semua tsunami bersifat mematikan, ada juga yang kecil atau bersifat lokal. Tsunami yang besar dapat menghancurkan sebuah kota.


Tips Menghadapi ketika terjadi Tsunami adalah sebagai berikut:
1. Jika kamu berada di pantai dan secara mendadak melihat air laut yang surut melebihi dari biasanya, segeralah lari ke tempat yang tinggi.
2. Jika kamu berada di pantai dan dari kejauhan tampak garis memanjang kehitaman tinggi, itu adalah gelombang yang sangat tinggi. Segeralah lari ke tempat yang tinggi.
3. Panjatlah pohon yang cukup tinggi dan kuat, serta berpeganglah kuatkuat pada batang pohon tersebut.
4. Jika kamu berada di rumah tingkat, segeralah naik ke lantai (tingkat) yang lebih tinggi.

Tips Menghadapi Gempa Bumi (8 Tips Yang Dilakukan Ketika Gempa)

Dampak dari gempa bumi akan semakin besar jika masyarakat tidak mengtahui apa yang harus dilakukan ketika gempa bumi terjadi. Untuk itu penting sekali penyuluhan kepada masyrakat tentang gempa.
Berikut adalah tips-tips yang dilakukan untuk menghadapi jika terjadi gempa bumi:
1. Jika berada di dalam rumah: Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuhmu dari jatuhan benda-benda. Jika kamu tidak memiliki meja, lindungi kepalamu dengan bantal. Jika kamu sedang menyalakan kompor, matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.


2. Jika berada di luar rumah: Lindungi kepalamu dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepalamu dengan menggunakan tangan, tas atau apa pun yang kamu bawa.

3. Jika kamu berada di mall, bioskop, atau di lantai dasar gedung: Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam.

4. Jika kamu berada di dalam lift: Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika kamu merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika kamu terjebak dalam lift, hubungi petugas gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.

5. Jika kamu berada di dalam kereta api: Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga kamu tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.

6. Jika kamu berada di dalam mobil: saat terjadi gempa bumi besar, kamu akan merasa seakan-akan roda mobil tersebut gundul. Sopir akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi, keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.

7. Jika kamu berada di gunung/pantai: Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika kamu merasakan getaran dan tandatanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.

8. Dengarkan informasi: Saat gempa bumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Kamu dapat memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi, atau petugas PMK. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.