Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Tuesday, April 30, 2019

Pengertian Sinonim dan Antonim dan Contohnya

Menentukan Sinonim dan Antonim Dalam Kalimat

Arti Sinonim dan Antonim :

Sinonim adalah padanan atau persamaan kata dengan artian kata yang berbeda namun memiliki makna yang sama.

 Antonim disebut juga lawan kata, Antonim memiliki arti yang berlawanan dengan Sinonim artinya kata yang mempunyai makna saling berlawanan.


1. Bohong = Dusta
Bohong : Semua yang dikatakannya kepadamu adalah bohong
Dusta : Jangan pernah ada dusta diantara kita

2. Perspektif = Sudut Pandang
Perspektif : Menurut perspektif hukum semua yang dilakukannya telah melanggar hukum
Sudut Pandang : Berdasarkan sudut pandang pelatih, pemain itu mempunyai potensi yang sangat besar.

3. Realita = Kenyataan
Realita : Realitanya Indonesia masih saja mengimpor beras dari negara tetangga
Kenyataan : Mereka tampak sangat kecewa, melihat kenyataan bahwa indonesia gagal lolos ke piala dunia

4. Meninggal = Mati
Meninggal : Dia tampak sangat sedih melihat ayahnya meninggal dunia
Mati : Ingatlah semua manusia pasti akan mati

5. Paras = Wajah
Paras : Sungguh memikat paras wanita itu, sehingga membuat lelaki kagum melihatnya
Wajah : Dilihat dari wajahnya, sepertinya ia keturunan arab

6. Asa = Harapan
Asa : Indonesia membuka asa untuk tampil di final piala thomas
Harapan : Pendukung Indonesia mempunyai harapan besar, agar indonesia bisa menjuarai piala thomas

7. Niscaya = Pasti
Niscaya = Jika kita bersungguh - sungguh menggapai impian kita, niscaya impian itu akan tergapai
Pasti : Dengan giat belajar dan diiringi doa, pasti kesuksesan akan mudah diraih

8. Primer = Utama
Primer : Leicester City memastikan gelar liga primer inggris untuk pertama kalinya dalam sejarah klub
Utama : Yang lebih utama dari gelar juara adalah proses untuk meraih gelar juara itu

9. Target = Sasaran
Target : Pemerintah provinsi jakarta, mempunyai target normalisasi kali ciliwung selesai di tahun 2017
Sasaran : Sasaran pemerintah dalam pembangunan nasional adalah daerah - daerah perbatasan

10. Memiliki = Mempunyai
Memiliki : Ayah memiliki mobil yang diimpor langsung dari jerman
Mempunyai : Ibuku mempunyai harapan agar anak - anaknya sukses di masa depan

11. Kuno = Antik
Kuno : Di pinggir kota itu, terdapat sebuah bangunan kuno yang masih berdiri kokoh hingga sekarang
Antik : Di dalam bangunan tua itu, terdapat barang - barang antik peninggalan penjajah

12. Matahari = Mentari
Mentari : Mentari pagi sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita
Matahari = Dia tetap berlari di bawah teriknya matahari siang itu

13. Beragam = Majemuk
Beragam : Indonesia patut bangga dengan kekayaan alamnya yang begitu beragam
Majemuk : Masyarakat indonesia yang majemuk, harus menghargai satu sama lain

14. Umum = Awam
Umum : Pada umumnya sebuah kesuksesan diraih dengan kerja keras
Awam : Sosialisasi sangat diperlukan agar masyarakat awam paham dengan program yang dicanangkan pemerintah

15. Anggapan = Asumsi
Anggapan : Dia menepis anggapan bahwa dirinya terlibat dalam kasus korupsi itu
Asumsi : Jangan sampai ada asumsi rakyat, yang akan menimbulkan gejolak sosial 

16. Refleksi = Cerminan
Refleksi : Hukum merupakan refleksi dari masyarakat, sehingga hukum bisa dipertahankan dan dikembangkan dalam masyarakat
Cerminan : Cerminan dari orang jujur adalah perkataannya sesuai dengan kenyataan

17. Takaran = Dosis
Takaran : Seharusnya makanan itu bisa jadi, jika ia membuatnya sesuai takaran
Dosis : Minumlah obat itu secara teratur dan jangan melebihi dosis yang diberikan oleh dokter

18. Dispensasi = Pengecualian 
Dispensasi : Anda akan mendapat dispensasi jika mendapat izin dari atasan
Pengecualian : Semaunya harus siap berdiri di depan lapangan tanpa pengecualian

19. Panduan = Pedoman 
Panduan : Kita bisa melakukannya jika sesuai dengan panduan yang diberikan
Pedoman : Jadikanlah al-qur'an sebagai pedoman kehidupan

20. Perkenalan = Ta'aruf
Perkenalan : Aku semakin akrab dengannya semenjak perkenalan itu
Ta'aruf : Sebaiknya sebelum kau menikah, kau perlu taaruf dengannya

21. Senang = Bahagia
Senang : Dirinya sangat senang ketika diberi hadiah mobil baru oleh ayahnya
Bahagia : Bahagia rasanya bisa bertemu kembali dengan teman lama  

22. Sukar = Sulit
Sukar : Sukar rasanya melihat keadaan sepak bola indonesia saat ini untuk lolos ke piala dunia
Sulit : Sedih rasanya ketika melihat orang lain dalam keadaan sulit untuk bersekolah 

23. Pintar = Pandai
Pintar : Pemerintah membuat terobosan baru dengan membuat kartu indonesia pintar
Pandai : Rupanya tak sepandai otaknya

24. Semboyan = Slogan
Semboyan : Indonesia memiliki semboyan bhineka tunggal ika yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu
Slogan : Perusahaan itu memiliki slogan kepuasan konsumen adalah nomor satu

25. Ulet = Giat
Ulet : Dia sangat ulet dalam melakukan pekerjaannya
Giat : Prestasinya sangat mentereng itu berkat ia disiplin dan giat dalam berlatih

26. Orisinil = Asli
Orisinil : Motor antik itu masih menggunakan mesin orisinil buatan pabrik
Asli : Pemerintah sedang giat - giatnya mengajak masyarakat membeli produk asli indonesia

27. Sandang = Pakaian
Sandang : Korban banjir sangat kekurangan kebutuhan sandang
Pakaian : Ibu membelikan pakaian untuk ayah di hari ulang tahun pernikahan mereka

28. Sampai = Tiba
Sampai : Sampai sejauh ini, mereka belum memperlihatkan kemajuan dalam prestasi
Tiba : Sudah tiba saatnya sepak bola indonesia bangkit dari keterpurukkan

29. Laris = Laku
Laris : Mendekati bulan puasa, bahan sembako laris terjual
Laku : Barang antik itu lebih laku di luar negeri

30. Embargo = Larangan 
Embargo : Masyarakat diharapkan tidak berada di dekat perbatasan karena ada embargo dari pemerintah pusat
Larangan : Sampah di sungai semakin banyak karena masyarakat tidak mematuhi larangan membuang sampah langsung ke sungai

Contoh Antonim Beserta Kalimatnya

1.  Panjang >< Pendek
Panjang : Selama ini banyak orang yang bermasalah dengan panjangnya jam kerja
Pendek : Walau badannya pendek, tetapi tak menghalanginya dalam beraktifitas di masyarakat

2. Besar >< Kecil
Besar : Begitu luas dan besar negara indonesia kita ini
Kecil : Kecil bukan berarti lemah terhadap lawan

3. Benar >< Salah
Benar : Jangan merasa dirimulah yang paling benar
Salah : Kau salah menilaiku jelek di depan matamu

4. Tinggi >< Rendah
Tinggi : Tak ku sangka Tingginya bisa melebihi tinggi badanku saat ini
Rendah : Pesawat itu terbang sangat rendah saat ingin mendarat

5. Pro >< Kontra
Pro : Selama ini mereka hanya pro terhadap satu golongan
Kontra : Banyak tokoh masyarakat yang kontra dengan program pemerintah

6. Banyak >< Sedikit
Banyak : Banyak dari masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan dengan kendaraan umum
Sedikit : Peminat angkutan umum saat ini sangat sedikit

7. Mati >< Hidup
Mati : Warga protes karena barang elektronik mereka rusak akibat sering mati lampu
Hidup : Hidup di dunia hanyalah sementara, untuk itu jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain

8. Laki- Laki >< Perempuan
Laki - Laki : Asrama ini khusus untuk siswa laki - laki
Perempuan : Perempuan merupakan perhiasan dunia

9. Bersih >< Kotor
Bersih : Buanglah sampah pada tempatnya agar lingkungan menjadi bersih
Kotor : Air sungai menjadi kotor karena timbunan sampah di sungai

10. Terang >< Gelap 
Terang : Malam ini sepertinya akan terang bulan
Gelap : Rumahnya begitu gelap gulita tanpa cahaya sedikit pun 

11. Kuat >< Lemah
Kuat : Rumah itu berdiri kokoh karena terbuat dari material kayu yang kuat
Lemah : Tubuhnya begitu lemah karena kekurangan asupan nutrisi

12. Rajin >< Malas
Rajin : Dia pintar karena rajin belajar
Malas : Dia sangat malas belajar sehingga nilainya jelek semua

13. Keras >< Lembut
Keras : Wataknya sangat keras, sehingga sulit di nasihati
Lembut : Sikapnya begitu lembut kepada siapapun itu

14. Sehat >< Sakit
Sehat : Walaupun tua dia tetap terlihat sehat baik secara fisik maupun rohani
Sakit : Anak itu takut disuntik karena rasanya sakit

15. Berani >< Takut
Berani : Sikapnya terlalu berani kepada orang tuanya
Takut : Manusia pada umumnya takut akan mati

16. Jujur >< Bohong
Jujur : Jujur lebih baik dari pada berbohong
Bohong : Jangan pernah berkata bohong kepada orang tua

17. Subur >< Tandus
Subur : Tanahnya sangat subur dan cocok untuk pertanian
Tandus : Tanah tandus sangat cocok untuk di buat bangunan

18. Gemuk >< Kurus
Gemuk : Dia gemuk karena kerjanya hanya makan dan tidur
Kurus : Kesulitan ekonomi membuat badannya menjadi kurus kering

19. Asli >< Palsu
Asli : Walau terlihat asli, tetapi sebenarnya itu adalah barang tiruan
Palsu : Saat ini banyak sekali barang palsu yang beredar di pasaran

20. Kontan >< Utang
Kontan : Ayah membeli mobil itu secara kontan
Utang : Utangku di toko sudah banyak, sehingga aku perlu pinjaman uang darimu

21. Cepat >< Lambat
Cepat : Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, sehingga kita harus berpisah
Lambat : Pertumbuhan ekonomi akhir - akhir ini sangat lambat

22. Aktif >< Pasif
Aktif : Dia dikenal sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi
Pasif : Walaupun pasif di kelas, dia sangat aktif di rumah

23. Simpati >< Antipati
Simpati : Kami semua sangat simpati dengannya karena jasa yang ia berikan kepada kami
Antipati : Sikapnya begitu antipati kepada siapapun sehingga dijauhi oleh temannya

24. Sama >< Beda
Sama : Mereka kembar tapi tak sama
Beda : Jangan menjauh dariku karena kita beda

25. Sempit >< Longgar
Sempit : Celana ini terlalu sempit untuk dipakai besok
Longgar : Gunakanlah waktu longgar dengan kegiatan yang positif

26. Elastis >< Kaku
Elastis : Pakaian renang ini sangat elastis saat digunakan
Kaku : Badannya sangat kaku ketika diberi obat bius

27. Tradisional >< Moderen
Tradisional : Untuk memperingati hari kebangkitan nasional, para siswa menggunakan pakaian tradisional
Moderen : Proses pembuatannya sangat cepat karena menggunakan teknologi moderen

28. Mahal >< Murah 
Mahal : Harga Mobil itu sangat mahal di pasaran
Murah : Motor bekas itu di jual sangat murah

29. Stabil >< Labil
Stabil : Harga bawang merah di pasaran masih sangat stabil
Labil : Perilaku remaja masih sangat labil, untuk itu perlu pengawasan khusus oleh orang tua

30. Nyata >< Maya
Nyata : Perannya begitu nyata di masyarakat sekitar
Maya : Banyak sekali hal - hal negatif yang ada di dunia maya


Contoh Soal Model US/M dan Pembahasan

Bacalah paragraf berikut untuk menjawab soal nomor 1 & 2!

Indonesia termasuk negara agraris. Mayoritas masyarakat Indonesia memiliki mata pencaharian sebagai petani. Hal tersebut karena iklim tropis yang dimiliki Indonesia mendukung sistem pertanian masyarakat.

1.    Antonim kata mayoritas adalah

a. banyak    c. terbatas

b. sedikit    d. minoritas

Jawaban: D Lawan kata mayoritas adalah minoritas.



2.    Sinonim kata mata pencaharian adalah

a.    pengangguran          c.pendidikan

b. pekerjaan                   d . pencarian

Jawaban: B Mata pencaharian memiliki padanan kata pekerjaan.



Tuesday, December 18, 2018

Cara Menentukan Kalimat Utama, Ide Pokok, dan Simpulan Paragraf

Cara Menentukan Kalimat Utama, Ide Pokok, dan Simpulan Paragraf

1.    Kalimat utama paragraf

Kalimat utama adalah kalimat yang memuat^ inti atau gagasan utama suatu paragraf. Pada umumnya kalimat utama didukung dengan kalimat penjelas. Kalimat utama biasanya terletak di awal atau di akhir paragraf.

2.    Ide pokok paragraf

Dalam satu paragraf, pada umumnya hanya terdapat satu ide pokok. Ide pokok adalah inti suatu paragraf. Biasanya terkandung dalam kalimat utama. Akan tetapi, tidak disajikan secara utuh dalam kalimat utama melainkan intisari kalimat utama.

3.    Isi bacaan

Ada enam kata tanya yang dapat digunakan untuk menemukan isi bacaan. (1) Apa, untuk menanyakan hal atau peristiwa. (2) Siapa, untuk menanyakan orang atau pelaku. (3) Kapan, untuk menanyakan waktu. (4) Di mana, untuk menanyakan tempat. (5) Mengapa, untuk menanyakan sebab. (6) Bagaimana, untuk menanyakan keadaan atau cara.

4.    Simpulan paragraf

Simpulan diambil dari keseluruhan isi bacaan. Simpulan berisi hasil akhir dari uraian yang telah disampaikan.

Cara Menentukan Kalimat Utama, Ide Pokok, dan Simpulan Paragraf

Contoh Soal :

Pemanasan Global

Perubahan iklirn terjadi di rbagaipeniuru dunia, termasuk Indonesia Perubahan Him tersebut menyebabkan kemarau panjang hmgga hujan yang tidak menentu. Peristiwa alarn tersebut berdampak pada keadaan alam daerah tert«r tu. Misalnya di daerah dataran tinggi, mtensitas hujan yang tinggi menyebabkan tanah terkikrs dan rapuh. Keadaan alam tersebut berpotensi menyebabkan bencana tanah longsor.

Perubahan iklirn terjadi akibat pemanasan global yang merusak lapisan ozon. Pemanasan global dapat terjadi karena penggunaan energi listrik atau bahan bakar kendaraan secara besar-besaran. Aktivitas manusia tersebut dapat menimbulkan emisi gas yang dapat merusak lapisan ozon. Hal terpenting yang dapat dilakukan adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih hemat energi. Dengan demikian dampak pemanasan^global dapat berkurang.


1. Kalimat utama paragraf pertama teks tersebut adalah . . .

A.    Perubahan iklim terjadi di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

B.    Hal terpenting yang dapat dilakukan adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih hemat energi.

C.    Perubahan iklim menyebabkan cuaca ekstrem, mulai dari kemarau panjang hingga hujan yang tidak menentu.

D.    Perubahan iklim terjadi akibat pemanasan global yang merusak lapisan ozon. Pemanasan global tidak lain disebabkan oleh ulah manusia sendiri.

Jawaban: A

Paragraf pertama menjelaskan perubahan iklim dan dampaknya. Kalimat utama paragraf pertama terletak di awal paragraf karena kalimat kedua sampai kelima berisi penjelasan.



2.  Ide pokok paragraf kedua adalah . . .

A.    Manusia harus bertanggung jawab atas perilaku tidak hemat energi yang biasa dilakukannya.

B.    Emisi gas dapat merusak lapisan ozon dan menyebabkan timbulnya bencana.

C.    Manusia harus mengubah kebiasaan menjadi lebih hemat energi.

D.    Perubahan iklim terjadi akibat pemanasan global.

Jawaban: D

Paragraf kedua teks tersebut menjelaskan penyebab pemanasan global. Pemanasan global terjadi karena aktivitas manusia yang menghasilkan emisi gas.
Simpulan paragraf pertama teks tersebut adalah . . .

Wednesday, September 16, 2015

Pengertian Puisi, Jenis-Jenis Puisi, Ciri-Ciri Puisi, dan Struktur Puisi

Pengertian Puisi

Pengertian Puisi
Puisi merupakan suatu bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran serta perasaan dari penyair dan secara imajinatif serta disusun dengan mengonsentrasikan kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik serta struktur batinnya. Penekanan pada segi estetik pada suatu bahasa serta penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima merupakan hal yang membedakan pada puisi dari prosa. Namun dari perbedaan tersebut masih saja diperdebatkan.

Dari pandangan kaum awam biasanya cara dalam membedakan puisi dan prosa yaitu dari jumlah huruf serta kalimat dalam karya tersebut. Puisi umumnya lebih singkat dan padat, sedangkan pada prosa lebih mengalir seperti pada mengutarakan cerita.

Beberapa dari para ahli modern memiliki pendekatan untuk mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tetapi sebagai sebuah perwujudan dari imajinasi manusia, yang hal ini menjadi sumber dari segala kreativitas. Selain itu pada puisi juga terdapat curahan dari isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hati yang sedang dialaminya.

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

    Pengertian Puisi Menurut Para Ahli
  1. Herman Waluyo
    Menurut Herman Waluyo puisi adalah karya sastra yang bersifat tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia.
  2. Sumardi
    Menurut Sumardi puisi adalah salah satu karya sastra dengan bahasa yang dipersingkat, dipadatkan, serta diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata yang imajinatif.
  3. James Reevas
    Menurut James Reevas puisi adalah suatu ekspresi bahasa yang kaya dan penuh dengan daya pikat.
  4. Thomas Carlye
    Puisi merupakan ungkapan pikiran yang memiliki sifat musikal.
  5. Pradopo
    Puisi merupakan rekaman serta interpretasi pengalaman manusia yang sangat penting dan digubah dalam wujud yang berkesan.
  6. Herbert Spencer
    Puisi merupakan bentuk pengucapan gagasan yang memiliki sifat emosional dengan mempertimbangkan efek keindahan.
Itulah pengertian puisi menurut para ahli.

Jenis-Jenis Puisi

Jenis-Jenis Puisi
Puisi dibedakan menjadi 2, yaitu :
  1. Puisi lama
  2. Puisi baru

Pengertian Puisi Lama

Pengertian Puisi LamaPuisi lama merupakan puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan. Aturan puisi lama seperti jumlah kata yang terdapat dalam 1 baris, jumlah baris yang terdapat dalam 1 bait, persajakan atau rima, banyak suku kata pada tiap baris, dan irama.

Jenis Puisi Lama

  1. Mantra merupakan sebuah ucapan-ucapan yang masih dianggap memiliki sebuah kekuatan gaib
  2. Pantun merupakan salah satu puisi lama yang mempunyai ciri bersajak a-b-a-b, tiap baris terdiri atas 8 hingga 12 suku kata, 2 baris pada awal pantun disebut sampiran, 2 baris berikutnya disebut sebagai isi, tiap bait 4 baris.
  3. Karmina merupakan salah satu jenis pantun yang kilat seperti sebuah pantun tetapi sangat pendek.
  4. Seloka adalah pantun yang berkait.
  5. Gurindam adalah puisi yang terdiri dari tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, dan biasanya berisi nasihat.
  6. Syair merupakan puisi yang bersumber dari negara Arab dan dengan ciri pada tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, biasanya berisi nasihat atau sebuah cerita.
  7. Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari bilangan genap seperti 6, 8, ataupun 10 baris.


Ciri-Ciri Puisi lama

Berikut ciri-ciri puisi lama :
  1. Puisi lama bisanya berupa puisi rakyat dan tidak diketahui nama pengarangnya.
  2. Puisi lama masih terikat oleh berbagai aturan-aturan seperti dari jumlah baris pada setiap baitnya, sajak serta jumlah suku kata pada setiap barisnya.
  3. Disampaikan dari mulut ke mulut dan dapat disebut juga dengan sastra lisan.
  4. Menggunakan majas atau gaya bahasa tetap dan klise.
  5. Biasanya berisikan tentang kerajaan, fantastis, serta istanasentris.


Pengertian Puisi Baru

Pengertian Puisi Baru
Puisi baru merupakan puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan, berbeda dengan puisi lama. Puisi baru memiliki bentuk yang lebih bebas dibandingkan puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata, ataupun rima.

Jenis Puisi Baru

  1. Balada merupakan salah satu jenis puisi baru. Balada merupakan puisi tentang cerita. Balada terdiri dari 3 bait dan masing-masing dengan 8 larik serta dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Lalu skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Pada larik terakhir dalam bait pertama digunakan refren dalam bait-bait selajutnya.
  2. Himne merupakan puisi yang digunakan sebagai pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau seorang pahlawan.
  3. Ode adalah puisi sanjungan bagi orang yang telah berjasa. Nada serta gayanya sangat resmi, bernada sangat anggun, dan membahas sesuatu yang mulia, memiliki sifat yang menyanjung baik itu terhadap pribadi tertentu atau suatu peristiwa umum.
  4. Epigram adalah puisi yang memiliki isi berupa tuntunan atau ajaran hidup.
  5. Romansa adalah puisi yang berisi tentang luapan perasaan penyair tentang cinta kasih.
  6. Elegi adalah puisi yang memiliki isi tentang kesedihan.
  7. Satire adalah puisi yang berisi tentang sindiran atau suatu kritikan.
  8. Distikon adalah suatu puisi yang tiap baitnya terdiri dari 2 baris (puisi 2 seuntai).
  9. Terzinaa adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 3 baris (puisi 3 seuntai).
  10. Kuatrain adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 4 baris (puisi 4 seuntai).
  11. Kuint adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 5 baris (puisi 5 seuntai).
  12. Sektet adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 6 baris (puisi 6 seuntai).
  13. Septime, adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 7 baris (puisi 7 seuntai).
  14. Oktaf atau Stanza merupakan puisi yang pada tiap baitnya terdiri 8 baris (double kutrain atau dapat disebut juga dengan puisi 8 seuntai).
  15. Soneta merupakan salah satu jenis puisi yang terdiri dari 14 baris yang terbagi menjadi 2, 2 bait pertama masing-masing terdiri dari 4 baris dan 2 bait kedua masing-masing 3 baris.


Ciri-Ciri Puisi Baru

Ciri-ciri puisi baru antara lain:
  1. Diketahui nama pengarangnya, berbeda dengan puisi lama yang tidak diketahui nama pengarangnya
  2. Perkembangannya secara lisan serta tertulis.
  3. Tidak terikat oleh berbagai aturan-aturan seperti rima, jumlah baris dan suku kata.
  4. Menggunakan majas yang dinamis atau berubah-ubah.
  5. Biasanya berisikan tentang kehidupan.
  6. Biasanya lebih banyak memakai sajak pantun dan syair.
  7. Memiliki bentuk yang lebih rapi dan simetris.
  8. Memiliki rima akhir yang teratur.
  9. Pada tiap-tiap barisnya berupa kesatuan sintaksis.


Struktur Puisi

Struktur Puisi

Struktur Fisik Puisi

  1. Rima atau Irama adalah persamaan bunyi yang terdapat pada puisi, baik itu di awal, tengah, atau di akhir baris puisi.
  2. Imaji merupakan suatu kata atau susunan kata-kata yang mampu untuk dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti perasaan, penglihatan, dan pendengaran.
  3. Diksi yaitu pemilihan beberapa kata-kata yang dilakukan penyair dalam karya puisinya.
  4. Kata konkret adalah kata yang dapat ditangkap dengan menggunakan indera yang dapat memungkinkan munculnya imaji.
  5. Gaya bahasa adalah penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan efek serta menimbulkan konotasi tertentu.
  6. Tipografi adalah bentuk puisi seperti pada halaman yang tidak dipenuhi dengan kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris pada tiap puisi yang tidak selalu dimulai dengan menggunakan huruf kapital serta diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut menentukan dalam pemaknaan terhadap puisi.


Struktur Batin Puisi

  1. Tema atau makna; media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah suatu hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus memiliki suatu makna baik itu tiap kata ataupun keseluruhan.
  2. Rasa merupakan sikap penyair terhadap suatu pokok permasalahan yang ada dalam puisinya.
  3. Nada atau tone adalah sikap penyair terhadap pembacanya serta nada berhubungan dengan tema dan rasa.
  4. Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan dari penyair kepada pembaca puisi tersebut.

Itulah pengertian puisi serta pengertian puisi menurut para ahli, jenis-jenis puisi, ciri-ciri puisi, dan struktur puisi.

Saturday, September 12, 2015

Pengertian Drama, Jenis-Jenis Drama, dan Unsur-Unsur Drama

Pengertian Drama

Pengertian DramaDrama sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu draomai yang berarti berbuat, bertindak, dan sebagainya. Kata drama dapat diartikan sebagai suatu perbuatan atau tindakan. Secara umum, pengertian drama merupakan suatu karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor. Pementasan naskah drama dapat dikenal dengan istilah teater. Drama juga dapat dikatakan sebagai cerita yang diperagakan di panggung dan berdasarkan sebuah naskah.

Pada umumnya, drama memiliki 2 arti, yaitu drama dalam arti luas serta drama dalam arti sempit. Pengertian drama dalam arti luas adalah semua bentuk tontonan atau pertunjukkan yang mengandung cerita yang ditontonkan atau dipertunjukkan di depan khalayak umum. Sedangkan pengertian drama dalam arti sempit ialah sebuah kisah hidup manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan di atas panggung.

Drama merupakan karangan yang menggambarkan suatu kehidupan serta watak manusia dalam berperilaku yang dipentaskan dalam beberapa babak.

Sejarah Drama

Sejarah DramaDrama sudah menjadi tontonan sejak zaman dahulu. Nenek moyang kita sudah pernah memainkan drama sejak ribuan tahun yang lalu. Terdapat sebuah bukti tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan yang mengungkapkan bahwa drama sudah ada pada abad kelima SM. Hal ini didasarkan pada temuan naskah drama kuno di Yunani. Penulisnya yaitu Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM. Isi ceritanya berupa persembahan kepada dewa-dewa.

Di Indonesia, sejarah lahirnya drama ini juga tidak jauh berbeda dengan kelahiran drama di Yunani. Drama di Indonesia juga diawali dengan upacara keagamaan yang diselenggarakan pada zaman dahulu oleh para pemuka agama.

Jenis-Jenis Drama

Jenis-Jenis Drama
Ada beberapa jenis drama tergantung dari dasar yang digunakannya. Dalam bentuk pembagian jenis drama, biasanya digunakan 3 dasar, yaitu : berdasarkan penyajian kisah drama, berdasarkan sarana, serta berdasarkan keberadaan naskah drama tersebut. Berdasarkan penyajian kisah, drama dapat dibedakan menjadi 8 jenis, antara lain:
  1. Tragedi: drama yang bercerita tentang kesedihan.
  2. Komedi: drama yang bercerita tentang komedi yang penuh dengan kelucuan.
  3. Tragekomedi: perpaduan antara kisah drama tragedi dan komedi.
  4. Opera: drama yang dialognya dengan cara dinyanyikan dan diiringi musik.
  5. Melodrama: drama yang dialognya diucapkan dan dengan diiringi musik.
  6. Farce: drama yang menyerupai dagelan, namun tidak sepenuhnya drama tersebut dagelan.
  7. Tablo: jenis drama yang lebih mengutamakan gerak, para pemainnya tidak mengucapkan suatu dialog, namun dengan melakukan berbagai gerakan.
  8. Sendratari: gabungan antara seni drama serta seni tari.

Berdasarkan dari sarana pementasannya, pembagian jenis drama antara lain:
  1. Drama Panggung: drama yang sepenuhnya dimainkan dipanggung.
  2. Drama Radio: drama radio tidak seperti biasanya. Drama ini tidak dapat dilihat, tepai hanya dapat didengerkan oleh penikmatnya saja dengan melalui radio.
  3. Drama Televisi: hampir sama dengan drama panggung, namun drama televisi tidak dapat diraba.
  4. Drama Film: drama film menggunakan media layar lebar serta biasanya dipertunjukkan di bioskop.
  5. Drama Wayang: drama yang diiringi dengan pagelaran wayang.
  6. Drama Boneka: para tokoh drama tidak dimainkan oleh aktor manusia sungguhan, tetapi digambarkan dengan boneka yang dimainkan beberapa orang.

Jenis drama berdasarkan ada atau tidaknya naskah drama. Pembagian jenis drama berdasarkan ada tidaknya naskah drama antara lain :
  1. Drama Tradisional: yaitu drama yang tidak menggunakan naskah.
  2. Drama Modern: yaitu drama yang menggunakan naskah.

Unsur-Unsur Drama

Unsur-Unsur Drama
Berikut unsur-unsur drama :
  1. Tema merupakan ide pokok atau sebuah gagasan utama dalam cerita drama.
  2. Alur yaitu jalan cerita dari pertunjukkan drama dimulai pada babak pertama sampai babak terakhir.
  3. Tokoh drama terdiri atas tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama disebut juga dengan primadona sedangkan peran pembantu disebut dengan figuran.
  4. Watak merupakan perilaku yang diperankan oleh si tokoh drama tersebut. Watak protagonis adalah salah satu jenis watak dan protagonis adalah berwatak baik. Sedangkan watak antagonis merupakan watak yang jahat.
  5. Latar adalah gambaran tempat, waktu, serta situasi yang terjadi dalam kisah drama yang berlangsung.
  6. Amanat drama merupakan pesan yang disampaikan dari pengarang cerita drama tersebut kepada penonton. Amanat drama dapat disampaikan dengan melalui peran para tokoh drama tersebut.

Ciri-Ciri Teks Drama

Ciri-Ciri Teks Drama
  1. Seluruh cerita drama berbentuk dialog, baik tokoh dan juga narator. Inilah ciri utama dalam naskah dialog, semua ucapan ditulis dalam bentuk teks.
  2. Dialog dalam drama tidak menggunakan tanda petik ("..."). Hal ini karena dialog drama bukan sebuah kalimat langsung. Oleh karena itu, naskah drama sendiri tidak menggunakan tanda petik.
  3. Naskah drama sendiri dilengkapi dengan sebuah petunjuk tertentu yang harus dilakukan pada tokoh yang pemeran bersangkutan. Petunjuk tersebut ditulis dalam tanda kurung atau dapa juga dengan menggunakan jenis huruf yang berbeda dengan huruf pada dialog.
  4. Naskah drama terletak diatas dialog atau disamping kiri dialog.

Itulah pengertian drama, sejarah drama, jenis-jenis drama, unsur-unsur drama, dan ciri-ciri teks drama.

Tuesday, September 8, 2015

Pengertian Pantun, Ciri-Ciri Pantun, dan Jenis-Jenis Pantun

Pengertian Pantun

Pengertian Pantun
Pantun merupakan salah satu bentuk dari puisi lama yang sudah sangat dikenal dalam bahasa-bahasa di Nusantara. Kata pantun sendiri berasal dari kata patuntun yang dalam bahasa Minangkabau yang memiliki arti "petuntun". Dalam bahasa Jawa sendiri pantun juga dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda, pantun dikenal sebagai paparikan, serta juga dalam bahasa yang lain yaitu bahasa Batak dikenal sebagai umpasa.

Pada umumnya pantun terdiri atas 4 larik atau empat baris, setiap baris terdiri dari 8 hingga 12 suku kata, bersajak akhiran dengan pola a-b-a-b atau a-a-a-a. Pantun pada awalnya adalah sastra lisan, namun pada sekarang ini sudah banyak dijumpai pantun yang tertulis. Pengertian pantun adalah sebuah karya yang bukan hanya mempunyai rima dan irama yang indah, namun pantun juga mempunyai makna yang sangat penting.

Pantun merupakan salah satu karya yang dapat menghibur dan juga mendidik. Pantun merupakan suatu ungkapan perasaan serta pikiran, karena ungkapan tersebut disusun sehingga membentuk sebuah rangkaian kata-kata yang menarik. Pantun juga mengindikasikan bahwa Indoensia mempunyai ciri khas tersendiri untuk mendidik dan menyampaikan hal-hal yang bermanfaat.

Ciri-Ciri Pantun

Ciri-Ciri Pantun
  1. Pantun mempunyai bait, setiap bait pada pantun disusun baris–baris. Satu bait pantun terdiri atas 4 baris.
  2. Setiap baris pada pantun terdiri dari 8 hingga 12 suku kata.
  3. Setiap baris terdiri atas 4 hingga 6 kata.
  4. Setiap bait pada pantun terdiri dari sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua adalah sampiran, sedangkan pada baris ketiga dan keempat merupakan isi. (Walaupun sampiran bukan berhubungan langsung dengan isi yang akan disampaikan, namun alangkah baiknya jika kata–kata pada sampiran merupakan cerminan dari isi pantun yang hendak disampaikan)
  5. Pantun bersajak a-b-a-b ataupun a-a-a-a
Catatan : kita harus mengenali ciri-ciri pantun agar dapat mengidentifikasi apakah itu pantun atau bukan. Banyak orang yang menyatakan bahwa terdapat pantun yang hanya mempunyai 2 baris. Tidak ada pantun 2 baris, namun ada puisi lama yang mirip dengan pantun tetapi hanya mempunyai 2 baris saja yang disebut Gurindam. Berikut jenis-jenis pantun.

Jenis-Jenis Pantun

Jenis-Jenis Pantun
Berdasarkan siklus kehidupan atau usia :
  • Pantun anak-anak, yaitu sebuah pantun yang berhubungan dengan kehidupan masa kanak–kanak. Pantun anak-anak dapat bermakna suka cita ataupun duka cita.
  • Pantun orang muda, yaitu pantun yang masih ada hubungannya dengan kehidupan masa muda. Pantun orang muda bermakna tentang perkenalan, asmara, perasaan, dan lain sebagainya.
  • Pantun orang tua, yaitu pantun yang berhubungan dengan keadaan pada masa tua. Biasanya pantun ini membahas tentang kebudayaan, agama, nasihat, dan lain sebagainya.
Berdasarkan isinya :
  • Pantun jenaka, yaitu salah satu jenis pantun yang berisikan tentang hal–hal yang lucu serta menarik.
  • Pantun nasihat, yaitu pantun yang berisikan mengenai nasihat. Pantun ini bertujuan untuk mendidik, dengan memberikan berbagai nasihat mengenai moral, budi perkerti, dan lain sebagainya.
  • Pantun teka-teki, yaitu pantun yang berisikan teka teki dan biasanya pendengar diberi kesempatan untuk menjawab dari teka-teki pantun tersebut.
  • Pantun kiasan, yaitu salah satu jenis pantun yang berisikan mengenai kiasan yang biasanya bertujuan untuk menyampaikan suatu hal secara tersirat.

Itulah pembahasan mengenai pengertian pantun, ciri-ciri pantun, dan jenis-jenis pantun.

Sunday, September 6, 2015

Pengertian serta Perbedaan Fakta dan Opini Beserta Contoh Kalimatnya

Pengertian Fakta

Pengertian Fakta
Pengertian fakta adalah kejadian atau keadaan yang benar-benar terjadi dan bukan mitos serta pernah dilihat oleh manusia itu sendiri atau telah dilakukan suatu pengujian dan pemastian di khalayak umum. Fakta dapat disebut juga sebagai hasil dari pengamatan secara objektif yang dapat di verifikasi kebenarannya oleh siapapun. Informasi yang didengar dapat juga disebut dengan fakta apabila informasi tersebut merupakan suatu peristiwa yang berupa kenyataan dan benar-benar terjadi.

Pengertian Opini

Pengertian Opini
Pengertian opini sendiri merupakan suatu ide, pikiran, atau pendapat yang biasanya bersifat tidak objektif serta belum di sahkan kebenarannya. Seperti suatu prediksi dimana belum terdapat orang yang dapat memastikan bahwa hal tersebut benar benar ada atau terjadi. Meskipun opini bukan merupakan fakta, namun apabila opini tersebut dapat dibuktikan kebenarannya maka opini tersebut akan berukan menjadi fakta.


Dapat disimpulkan bahwa fakta merupakan kejadian yang sudah atau pernah terjadi dan sudah teruji kebenarannya. Sedangkan opini merupakan mitos atau kejadian yang tidak terjadi atau hanya berupa pendapat dan gagasan dari seseorang saja. Berikut perbedaan fakta dan opini.

Perbedaan Fakta dan Opini

Perbedaan Fakta dan Opini
Fakta dan opini cenderung memiliki suatu kesamaan, berikut ini beberapa ciri-ciri fakta dan opini.

Ciri-ciri fakta :
  • Sudah teruji kebenarannya di depan khalayak umum serta bersifat objektif.
  • Memiliki data yang akurat atau bukti sebagai pendukung kebenarannya.
  • Pernah dilihat oleh manusia serta telah dilakukan pengujian dan pemastian di khalayak umum.

Ciri-ciri opini :
  • Belum teruji kebenarannya dan masih bersifat subyektif.
  • Tidak memiliki data pendukung atau bukti yang akurat.
  • Merupakan suatu peristiwa yang belum terjadi, karena merupakan suatu pendapat.
Apabila Anda masih kesulitan dalam membedakan yang mana fakta dan yang mana opini, berikut ini cara mudah dalam membedakan fakta dan opini.

Cara Mudah dalam Membedakan Fakta dan Opini

Seperti yang telah kita ketahui pada ciri-cirinya diatas, fakta mempunyai data yang teruji keakuratannya dan bersifat objektif maka itu dapat dikategorikan sebagai fakta, dengan menggunakan imajinasi Anda apakah kalimat tersebut adalah hal yang benar telah terjadi ataupun cuma pendapat orang saja.

Dalam kalimat opini biasanya terdapat kata-kata seperti bisa jadi, seharusnya, saya rasa, dan lain sebagainya, karena kata-kata tersebut menunjukkan bahwa kalimatnya masih dalam perencanaan atau pendapat dan belum terbukti kebenarannya. Berikut ciri-ciri kalimat opini.
  1. Bersifat subyektif serta dilengkapi dengan uraian tentang pendapat, saran, atau suatu prediksi.
  2. Tidak dapat dibuktikan kebenaranya.
  3. Atas pemikiran sendiri dan tidak ada narasumber.
  4. Tidak memiliki data dan bukti yang teruji keakuratannya.
  5. Menunjukkan peristiwa yang belum atau mungkin akan tejadi pada masa mendatang dan berupa rencana.
  6. Pendapat atau argumen seseorang saja.

Contoh Kalimat Fakta dan Opini :

Contoh kalimat fakta :
  1. Harimau merupakan hewan yang berkaki empat.
  2. Indonesia adalah negara kepulauan.
  3. Gula dapat membuat minuman menjadi manis.
  4. Pensil itu harganya dua ribu rupiah.
  5. Oksigen sangat dibutuhkan oleh manusia.
Contoh kalimat opini :
  1. Besok saya ingin pergi ke luar negeri.
  2. Rumah itu besar sekali.
  3. Indonesia adalah negara yang indah.
  4. Mobil itu sangat cepat.
  5. Makanan buatan ibu sangat enak.
Itulah pengertian fakta dan pengertian opini serta perbedaan fakta dan opini beserta contoh kalimatnya.

Saturday, September 5, 2015

Pengertian Cerpen, Ciri-Ciri Cerpen, Struktur Cerpen, Unsur Intrinsik Cerpen, dan Unsur Ekstrinsik Cerpen

Pengertian Cerpen

Pengertian Cerpen
Cerpen atau dapat disebut juga dengan cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerpen cenderung singkat, padat, dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella dan novel.

Cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra yang memaparkan kisah atau cerita mengenai manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek dan singkat. Atau pengertian cerpen yang lainnya yaitu sebuah karangan fiktif yang berisi mengenai kehidupan seseorang ataupun kehidupan yang diceritakan secara ringkas dan singkat yang berfokus pada suatu tokoh saja.

Cerita pendek biasanya mempunyai kata yang kurang dari 10.000 kata atau kurang dari 10 halaman saja. Selain itu, cerpen atau cerita pendek hanya memberikan sebuah kesan tunggal yang demikian serta memusatkan diri pada salah satu tokoh dan hanya satu situasi saja.

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli
Berikut pendapat para ahli mengenai penjelasan tentang cerpen.
  1. Sumardjo dan Saini
  2. Cerpen adalah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi, tetapi bisa saja terjadi kapanpun serta dimanapun yang mana ceritanya relatif pendek dan singkat.
  3. Menurut KBBI
  4. Cerpen berasal dari dua kata yaitu cerita yang mengandung arti tuturan mengenai bagaimana sesuatu hal terjadi dan relatif pendek berarti kisah yang diceritakan pendek atau tidak lebih dari 10.000 kata yang memberikan sebuah kesan dominan serta memusatkan hanya pada satu tokoh saja dalam cerita pendek tersebut.
  5. Nugroho Notosusanto dalam Tarigan
  6. Cerpen atau cerita pendek yaitu sebuah cerita yang panjang ceritanya berkisar 5000 kata atau perkiraan hanya 17 hlm kuarto spasi rangkap serta terpusat pada dirinya sendiri.
  7. Hendy
  8. Cerpen ialah suatu karangan yang berkisah pendek yang mengandung kisahan tungal.
  9. Aoh. K.H
  10. Cerpen merupakan salah satu karangan fiksi yang biasa disebut juga dengan kisahan prosa pendek.
  11. J.S. Badudu
  12. Cerpen merupakan cerita yang hanya menjurus serta terfokus pada satu peristiwa saja.
  13. H. B. Jassin
  14. Menurut pendapat H. B. Jassin, cerpen ialah sebuah cerita yang singkat yang harus memiliki bagian terpenting yakni perkenalan, pertikaian, serta penyelesaian.


Ciri-Ciri Cerpen

    Ciri-Ciri Cerpen
  1. Jalan ceritanya lebih pendek dari novel
  2. Sebuah cerpen memiliki umlah kata yang tidak lebih dari 10.000 (10 ribu) kata
  3. Biasanya isi cerita cerpen berasal dari kehidupan sehari-hari
  4. Tidak menggambarkan semua kisah para tokohnya, hal ini karena dalam cerpen yang digambarkan hanyalah inti sarinya saja.
  5. Tokoh dalam cerpen digambarkan mengalami masalah atau suatu konflik hingga pada tahap penyelesainnya.
  6. Pemakaian kata yang sederhana serta ekonomis dan mudah dikenal pembaca.
  7. Kesan yang ditinggalkan dari cerpen tersebut sangat mendalam sehingga pembaca dapat ikut merasakan kisah dari cerita tersebut.
  8. Biasanya hanya 1 kejadian saja yang diceritakan.
  9. Memiliki alur cerita tunggal dan lurus.
  10. Penokohan pada cerpen sangatlah sederhana, tidak mendalam serta singkat


Struktur Cerpen

    Struktur Cerpen
  1. Abstrak
  2. Abstrak merupakan ringkasan atau inti dari cerita pendek yang akan dikembangkan menjadi sebuah rangkaian-rangkaian peristiwa atau bisa juga sebagai gambaran awal dalam cerita. Abstrak bersifat opsional atau dalam artian bahwa setiap cerpen boleh tidak terdapat struktur abstrak tersebut.
  3. Orientasi
  4. Orientasi berkaitan dengan waktu, suasana, dan tempat yang berkaitan dengan jalan cerita dari cerpen tersebut.
  5. Komplikasi
  6. Komplikasi berisi urutan kejadian-kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Pada komplikasi, biasanya mendapatkan karakter ataupun watak dari berbagai tokoh cerita pendek tersebut, hal ini karena pada bagian komplikasi kerumitan mulai bermunculan.
  7. Evaluasi
  8. Evaluasi yaitu struktur konflik yang terjadi dan mengarah pada klimaks serta sudah mulai mendapatkan penyelesaiannya dari konflik yang terjadi tersebut.
  9. Resolusi
  10. Pada bagian resolusi, pengarang mulai mengungkapkan solusi yang dialami tokoh.
  11. Koda
  12. Pada bagian koda, terdapat nilai ataupun pelajaran yang dapat diambil dari cerita pendek tersebut oleh pembacanya.


Unsur Intrinsik Cerpen

Unsur Intrinsik Cerpen
  1. Tema
  2. Tema adalah sebuah gagasan pokok yang mendasari dari jalan cerita sebuah cerpen. Tema biasanya dapat langsung terlihat jelas di dalam cerita atay tersurat dan tidak langsung, dimana si pembaca harus teliti dan dapat menyimpulkan sendiri atau tersirat.
  3. Alur / Plot
  4. Jalan dari sebuah kisah cerita merupakan karya sastra. Secara garis besar, alur merupakan urutan tahapan jalannya cerita, antara lain : perkenalan > muncul konflik atau suatu permasalahan > peningkatan konflik > puncak konflik (klimaks) > penurunan konflik > selesaian.
  5. Setting
  6. Setting sangat berkaitan dengan tempat atau latar, waktu, dan suasana dalam cerpen tersebut.
  7. Tokoh
  8. Tokoh merupakan pelaku yang terlibat dalam cerita tersebut. Setiap tokoh biasanya mempunyai karakter tersendiri. Dalam sebuah cerita terdapat tokoh protagonis atau tokoh baik dan antagonis atau tokoh jahat serta ada juga tokoh figuran yaitu tokoh pendukung.
  9. Penokohan
  10. Penokohan yaitu pemberian sifat pada tokoh atau pelaku dalam cerita tersebut. Sifat yang telah diberikan dapat tercermin dalam pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu hal. Metode penokohan ada 2 (dua) macam diantaranya:

    Metode analitik adalah suatu metode penokohan dengan cara memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh secara langsung, seperti seperti: pemberani, penakut, pemalu, keras kepala, dan sebagainya.

    Metode dramatik adalah suatu metode penokohan dengan cara memaparkannya secara tidak langsung, yaitu dapat dengan cara : penggambaran fisik (Misalnya cara berpakaian, postur tubuh, dan sebagainya), penggambaran dengan melalui sebuah percakapan atau dialog, reaksi dari tokoh lain (dapat berupa pendapat, sikat, pandangan, dan sebagainya).
  11. Sudut Pandang
  12. Adalah cara pandang pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Sudut pandang ada 4, antara lain:
    1. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama
      Dalam sudut pandang ini, tokoh ”aku” mengisahkan tentang berbagai peristiwa yang terjadi serta tingkah laku yang dialaminya. Tokoh ”aku” akan menjadi pusat perhatian dari kisah cerpen tersebut. Dalam sudut pandang ini, tokoh "aku" digunakan sebagai tokoh utama.
      Contoh:
      Pagi ini cuaca begitu cerah hingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.
    2. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan
      Tokoh ”aku” muncul tidak sebagai tokoh utama lagi, melainkan sebagai pelaku tambahan. Tokoh ”aku” hadir dalam jalan cerita hanya untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan kemudian ”dibiarkan” untuk dapat mengisahkan sendiri berbagai pengalaman yang dialaminya. Tokoh dari jalan cerita yang dibiarkan berkisah sendiri itulah yang pada akhirnya akan menjadi tokoh utama, sebab ialah yang lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, serta berhubungan dengan tokoh-tokoh yang lainnya. Dengan demikian tokoh ”aku” cuman tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya sebuah cerita yang ditokohi oleh orang lain. Tokoh ”aku” pada umumnya hanya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita.
      Contoh:
      Sekarang aku tinggal di Jakarta, kota metropolitan yang memiliki beribu-ribu kendaraan. Dulu, aku sempat menolak untuk dipindahkan ke ibukota. Tapi, pada kali ini aku sudah tidak kuasa untuk menghindar dari tugas ini. Ternyata, bukan aku saja yang mengalaminya. Teman asramaku yang bernama Andi, juga mengalami hal yang sama. Kami berdua sangatlah akrab dan berjuang bersama-sama dalam menghadapi kerasnya kota Jakarta.
    3. Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu
      Kisah cerita dari sudut ”dia”, namun pengarang atau narator dapat menceritakan apa saja hal-hal dan tindakan yang menyangkut tokoh ”dia” tersebut. Pengarang mengetahui segalanya.
      Contoh:
      Sudah genap 1 bulan dia menjadi pendatang baru di perumahan ini. Tapi, dia juga belum satu kali pun terlihat keluar rumah cuman untuk sekedar beramah-tamah dengan tetangga yang lain. “Apakah si pemilik rumah itu terlalu sibuk ya?” ungkap salah seorang tetangganya. Pernah 1 kali dia kedatangan tamu yang katanya adalah saudaranya. Memang dia adalah sosok introvert, jadi walaupun saudaranya sendiri yang datang untuk berkunjung, dia tidak menyukainya.
    4. Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat
      Dalam sudut pandang ini berbeda dengan orang ketiga serbatahu. Pengarang hanya melukiskan apa yang dilihat, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh tersebut, namun terbatas pada seorang tokoh saja. 
      Contoh:
      Entah apa yang telah terjadi dengannya. Pada saat datang, ia langsung marah. Memang kelihatannya ia mempunyai banyak masalah. Tapim kalau dilihat dari raut mukanya, mungkin tak hanya itu yang sedang ia rasakan. Tapi sepertinya dia juga sakit. Bibirnya tampak kering, wajahnya pucat, serta rambutnya kusut.
  13. Amanat
  14. Amanat merupakan sebuah pesan dari seorang penulis atau pengarang cerita tersebut kepada pembaca agar pembaca dapat bertindak atau melakukan sesuatu.


Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur Ekstrinsik CerpenUnsur ekstrinsik cerpen merupakan sebuah unsur yang membentuk cerpen dari luar, berbeda dengan unsur intrinsik cerpen yang membentuk cerpen dari dalam. Unsur ekstrinsik cerpen tidak terlepas dari keadaan masyarakat saat dimana cerpen tersebut dibuat oleh pengarang. Unsur ini sangat memiliki banyak sekali pengaruh terhadap penyajian amanat ataupun latar belakang dari cerpen tersebut. Berikut unsur ekstrinsik cerpen.
  1. Latar Belakang Masyarakat
  2. Latar belakang masyarakat yaitu suatu pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat terhadap terbentuknya sebuah jalan cerita. Pemahaman tersebut dapat berupa pengkajian Ideologi negara, kondisi politik, sosial masyarakat, sampai dengan kondisi ekonomi pada masyarakat itu sendiri.
  3. Latar Belakang Pengarang
  4. Latar belakang pengarang dapat meliputi pemahaman pengarang terhadap sejarah hidup serta sejarah hasil karangan yang telah dibuat sebelumnya.
    1. Biografi
    2. Biografi biasanya berisikan tentang riwayat hidup pengarang cerita tersebut yang ditulis secara keseluruhan.
    3. Kondisi Psikologis
    4. Kondisi psikologis berisi tentang pemahaman kondisi mood ketika pengarang menulis kisah cerita tersebut.
    5. Aliran Sastra
    6. Aliran sastra seorang pengarang pastinya akan mengikuti suatu aliran sastra tertentu. Hal tersebut sangatlah berpengaruh terhadap gaya penulisan yang dipakai oleh pengarang dalam menciptakan sebuah kisah dalam cerpen tersebut.
Itulah pengertian cerpen, ciri-ciri cerpen, struktur cerpen, unsur intrinsik cerpen, dan unsur ekstrinsik cerpen.