Showing posts with label IPS Kelas 9. Show all posts
Showing posts with label IPS Kelas 9. Show all posts

Friday, May 20, 2016

Usaha di Bidang Sosial, Politik, dan Ekonomi Jepang Untuk Mempertahankan Kekuasaan di Indonesia (Kerja Paksa Romusha dan Kinrohosi)

Sejak tanggal 8 Maret 1942 Jepang secara resmi menjajah Indonesia. Setelah jatuh ke tangan Jepang, Indonesia ditangani oleh pemerintahan militer. Pulau Jawa dan Sumatera berada di bawah komando Angkatan Darat, masing-masing berpusat di Jakarta dan Bukittinggi. Sedangkan Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku berada di bawah komando Angkatan Laut yang berpusat di Ujung Pandang.
      Jepang menyadari bahwa untuk dapat mempertahankan daerah pendudukan yang begitu luas, maka Jepang harus melakukan usaha di berbagai bidang yaitu bidang sosial dan militer, ekonomi, dan politik.
1. Usaha di Bidang Sosial 
    Ketika menduduki Indonesia, usaha pemerintahan Jepang di bidang sosial yaitu dengan cara melakukan pemerasan tenaga manusia di daerah pendudukan Jepang sebagai tenaga kerja. Adapun usaha tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan program berikut.
a. Romusha, yaitu kerja paksa tanpa upah pada masa penjajahan Jepang. Dalam hal ini tenaga kerja diarahkan untuk membuat fasilitas umum, seperti: jalan, jembatan, dan lapangan udara.
b. Kinrohosi, yaitu kerja paksa tanpa upah bagi para pemimpin dan tokoh masyarakat.
 Kerja paksa romusha pada saat jepang menduduki Indonesia

2. Usaha di Bidang Ekonomi
    Kegiatan bidang ekonomi diarahkan untuk kepentingan perang. Dalam hal ini Jepang mengambil langkah-langkah sebagai berikut.
a. Jepang berusaha menguasai dan mendapatkan sumber-sumber bahan mentah untuk industri perang. Misalnya beras untuk keperluan logistik, tanaman jarak untuk minyak pelumas pesawat terbang, dan besi tua untuk alat-alat perang.
b. Jepang berusaha memotong sumber perbekalan musuh-musuhnya di kawasan Asia.
c. Pemerintah pendudukan Jepang langsung mengawasi perkebunan kopi, kina, karet dan teh.
d. Pemerintah pendudukan Jepang memegang monopoli pembelian dan menentukan harga penjualan hasil perkebunan.
    Jepang dengan segala keserakahannya terus-menerus memeras kekayaan rakyat, sehingga Jepang yang hanya 3,5 tahun menjajah Indonesia menyebabkan kemiskinan dan kesengsaraan. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya:
a. penyakit busung lapar yang merajalela.
b. bahan maupun mutu makanan sangat berkurang, sehingga banyak rakyat mati kelaparan.
c. rakyat sangat kekurangan bahan pakaian, sehingga tidak sedikit yang memakai pakaian dari karung goni.

3. Usaha di Bidang Politik
    Untuk menarik simpati rakyat Indonesia, maka Jepang berusaha membentuk organisasi politik. Adapun organisasi-organisasi tersebut antara lain seperti berikut.
a. Organisasi Tiga A
    Istilah Tiga A merupakan singkatan dari Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, Nippon Pemimpin Asia, ketuanya M. Samsudin. Tujuannya untuk menanamkan kepercayaan rakyat bahwa Jepang adalah pelindung dan pemimpin Asia.
b. Pusat Tenaga Rakyat (Putera)
    Organisasi ini dibentuk pada tanggal 1 Maret 1943. Pemimpinnya disebut Empat Serangkai yaitu Ir. Sukarno, Drs. Moh. Hatta, K.H. Mas Mansyur dan Ki Hajar Dewantoro.
c. Chuo Sangi In (Badan Pertimbangan)
    Atas anjuran Perdana Menteri Jenderal Tojo pada tanggal 5 September 1943 dibentuk Chuo Sangi In. Organisasi ini bertugas memberi masukan dan pertimbangan bagi pemerintah Jepang dan diketuai oleh Ir. Sukarno. Organisasi Tiga A dan Putera dimanfaatkan para
tokoh nasional untuk mencapai kemerdekaan. Mereka bersedia menjadi pemimpin Putera dengan pertimbangan berikut.
a. Mereka dapat membela rakyat agar terhindar dari kekejaman Jepang.
b. Mereka dapat menggembleng semangat rakyat.

Organisasi Militer dan Semi Militer Buatan Jepang

Organisasi Militer Buatan Jepang antara lain:
1. Heiho (Pembantu Prajurit Jepang)
    Heiho dibentuk bulan April 1943, sebagai pembantu prajurit Jepang. Anggotanya para pemuda berumur 18-25 tahun.
2. Pembela Tanah Air (Peta)
    Pembela tanah air atau Peta dibentuk 3 Oktober 1943 atas permintaan Gatot Mangkupraja. Tugas Peta adalah mempertahankan tanah air Indonesia
Organisasi Militer dan Semi Militer Buatan Jepang
 Pemimpin Peta

Organisasi Semi Militer Buatan Jepang antara lain:
1. Seinendan (Barisan Pemuda)
    Organisasi seinendan ini berdiri tanggal 9 Maret 1943. Anggotanya para pemuda berumur 14-22 tahun. Tujuannya mendidik dan melatih para pemuda agar dapat mempertahankan tanah air Indonesia.
2. Keibodan (Barisan Pembantu Polisi)
    Keibondan dibentuk tanggal 29 April 1943. Anggotanya berumur 23-25 tahun. Tujuannya untuk membantu tugas-tugas kepolisian.
3. Fujinkai (Himpunan Wanita)
     Organisasi ini dibentuk bulan Agustus 1943. Anggotanya para wanita. berumur 15 tahun ke atas.
4. Jawa Hokokai (Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa)
    Jawa Hokokai dibentuk tahun 1944. Tujuannya untuk mengarahkan rakyat agar berbakti sepenuhnya kepada Jepang demi tercapainya kemenangan dalam Perang Asia Timur Raya. Anggotanya minimal berumur 14 tahun. Tugasnya adalah mengumpulkan pajak, upeti, dan hasil pertanian.
5. Syuisintai (Barisan Pelopor)
    Organisasi ini dibentuk tanggal 14 September 1944 dan diresmikan tanggal 25 September 1944. Tujuannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan rakyat. Tokoh yang menjadi anggota Syuisintai adalah Bung Karno, Otto Iskandardinata, dan R.P. Suroso.

Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Jepang (Perlawanan Aceh, Singaparna, Indramayu, Blitar(PETA), dan Daerah Lainnya)

Pada awal kedatangannya, Jepang telah berhasil melakukan propaganda untuk menarik simpati bangsa Indonesia. Apakah kenyataannya seperti itu? Selain mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia, Jepang juga melakukan eksploitasi sumber daya manusia. Semua itu demi kepentingan
Jepang dalam Perang Pasifik. Segala bentuk penindasan dan eksploitasi Jepang telah memunculkan reaksi perlawanan dari bangsa Indonesia.
      Perjuangan melalui organisasi yang dibentuk Jepang (legal) dan gerakan bawah tanah (ilegal). Meskipun cara yang dilakukan berbeda, cita-cita perjuangan mereka adalah sama, yaitu kemerdekaan Indonesia. Perjuangan melalui organisasi merupakan jalan damai yang ditempuh untuk menghindari korban jiwa dari rakyat. Namun, ada juga beberapa tokoh yang bersemboyan ”Cinta kedamaian tetapi lebih cinta kemerdekaan”. Mereka menganggap perlawanan bersenjata akan lebih cepat mewujudkan kemerdekaan.
Perlawanan Rakyat di Berbagai Daerah tersebut antara lain sebagai berikut:
1) Perlawanan di Aceh
     Perlawanan rakyat Aceh terjadi karena penderitaan yang dialami akibat kesewenangan Jepang. Rakyat Aceh banyak dikerahkan untuk romusha. Mereka diharuskan membangun parit, lapangan terbang, jalan, dan lain-lain. Perlawanan Aceh ini dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil. Penyerangan terpenting adalah penyerangan di Cot Plieng yang terjadi pada tanggal 10 November 1942. Dalam serangan pertama dan kedua, rakyat Aceh berhasil memukul mundur Jepang ke Lhoksumawe. Pada serangan ketiga, Jepang berhasil merebut Cot Plieng. Kebencian rakyat semakin bertambah ketika Tengku Abdul Jalil gugur di tempat saat sedang sembahyang. Setelah itu, pemberontakan Jangka Buya terjadi di bawah pimpinan T. Hamid.
2) Perlawanan di Singaparna (Tasikmalaya)
    Pada bulan Februari 1944 di Singaparna terjadi perlawanan terhadap Jepang. Perlawanan ini dipimpin oleh Kiai Zainal Mustofa. Sebab perlawanan adalah adanya perintah upacara Seikerei (penghormatan kepada kaisar Jepang dengan cara membungkuk ke arah matahari terbit) dan penderitaan akibat kesewenangan Jepang. Kiai Zainal Mustofa akhirnya ditangkap pada tanggal 25 Februari 1944 dan pada tanggal 25 Oktober 1944 beliau dihukum mati.
Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Jepang
K.H. Zainal Mustofa
3) Perlawanan di Indramayu
    Dengan alasan dan sebab yang hampir sama, di Indramayu juga muncul pemberontakan terhadap Jepang. Pemberontakan tersebut terjadi di Desa Kaplongan. Perlawanan terjadi pada bulan April 1944. Beberapa bulan kemudian tepatnya tanggal 30 Juli 1944 terjadi pemberontakan di Desa Cidempet, Kecamatan Loh Bener.
4) Perlawanan di Blitar (Pemberontakan PETA)
    Pada tanggal 14 Februari 1945 di Blitar terjadi pemberontakan yang dilakukan para tentara PETA (Pembela Tanah Air), di bawah pimpinan Supriyadi. Pemberontakan ini merupakan pemberontakan terbesar pada masa pendudukan Jepang. Pada saat itu Jepang sedang terdesak dalam Perang Pasifik. Untuk mengatasi pemberontakan ini, Jepang melakukan tipu muslihat. Mereka menyerukan agar pemberontak menyerah karena akan dijamin keselamatannya. Namun, ternyata para anggota PETA tetap mendapat hukuman. Organisasi PETA ini selanjutnya dibubarkan.
pemberontakan peta
 Sidang pengadilan anggota Peta.
5) Perjuangan di Daerah-Daerah Lain
    Perlawanan terhadap Jepang juga terjadi di berbagai daerah lain di Indonesia. Kamu pasti bisa menyebutkan alasan pemberontakan-pemberontakan tersebut. Ya, rakyat Indonesia ingin membebaskan diri dari penindasan bangsa Jepang. Pemberontakan tersebut terjadi di Kalimantan, dipimpin oleh Pang Suma. Di Irian Barat, perlawanan dipimpin oleh L. Rumkorem melalui gerakan Koreri di daerah Biak.

Thursday, May 19, 2016

Gerakan 3A, PUTERA, Jawa Hokokai, MIAI, Seinendan, Keibondan, Heiho, PETA (Organisasi-Organisasi Bentukan Jepang)

Dengan tujuan untuk membantu Jepang mengatur Indonesia, pemerintah pendudukan Jepang juga berusaha untuk mengajak pemimpinpemimpin politik guna mempermudah mobilisasi kekuatan rakyat. Langkah pertama dengan menghapuskan semua organisasi-organisasi politik zaman penjajahan Belanda. Dilanjutkan dengan langkah kedua yaitu penghapusan semua kegiatan politik dan pembubaran berbagai perkumpulan serta diteruskan dengan pembentukan organisasi baru. Berbagai organisasi bentukan Jepang sebagai berikut.
a. Gerakan 3A
    Pada bulan April 1942 Jepang membentuk gerakan rakyat yang bernama ”Gerakan 3A”. Nama ini berasal dari semboyan propaganda Jepang, yaitu Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, dan Nippon Pemimpin Asia. Gerakan rakyat ini dipusatkan di Jawa. Sedenbu (bagian propaganda Jepang) mengangkat tokoh Parindra Jawa Barat, Mr. Samsudin sebagai ketua dan dibantu oleh tokoh-tokoh lain seperti K. Sutan Pamuntjak dan Mohammad Saleh. Tokoh-tokoh tersebut bertugas untuk mempropagandakan gerakan tersebut ke seluruh Indonesia. Gerakan yang bersifat resmi bentukan Jepang ini kemudian memperluas pengaruhnya ke daerah-daerah. Hal ini dibuktikan dengan pendirian komite nasional, komite rakyat, dan komite lain yang bersifat lokal.

b. Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA)
    Pada bulan Maret 1943 didirikan organisasi dengan nama Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA). Badan ini berada di bawah pengawasan langsung pihak pemerintah Jepang sehingga membatasi ruang
gerak para pemimpin nasional. Struktur kepemimpinan PUTERA dipimpin oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta, K.H. Mas Mansyur. Pembentukan organisasi ini bertujuan memusatkan segala potensi masyarakat Indonesia dalam rangka membantu usaha perangnya.
Pusat Tenaga Rakyat - PUTERA
Empat Serangkai
    Seperti diketahui, Jepang memang memiliki tujuan utama menggalang dukungan politik dan militer untuk kemenangan perang Jepang menghadapi Sekutu. PUTERA telah mencatat langkah positif bagi perjuangan bangsa Indonesia. PUTERA telah mempersiapkan mental rakyat untuk menuju kemerdekaan. Hal ini dicapai dengan mengadakan rapat-rapat raksasa dan menggunakan media massa Jepang untuk menyebarluaskan cita-cita kemerdekaan. PUTERA lebih mengarahkan perhatian rakyat untuk mencapai kemerdekaan daripada usaha perang bagi pihak Jepang.
    PUTERA juga mengarahkan pendirian organisasi baru yang mencakup semua golongan masyarakat termasuk golongan Cina, Arab, dan lainlain. Pemerintah Jepang lambat laun menyadari pembelokan arah kegiatan organisasi tersebut. Oleh karena itu, Jepang mengganti PUTERA dengan organisasi baru yang bernama Jawa Hokokai.

c. Jawa Hokokai
    Pada tahun 1944 Jenderal Kumakichi Harada menyatakan berdirinya organisasi Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa). Pendirian organisasi ini merupakan salah satu usulan dari Empat
Serangkai. Latar belakang pendirian Jawa Hokokai adalah alasan yang diajukan pemerintah Jepang bahwa dengan menghebatnya perang, rakyat perlu meningkatkan semangat lahir dan batin untuk menghadapi perang tersebut.
   Organisasi ini sangat berperan penting dalam pengerahan barangbarang dan padi. Bahkan, pertengahan tahun 1945 semua kegiatan pemerintah dalam bidang pengerahan dilaksanakan oleh organisasi ini. Semua potensi sosial ekonomi dimobilisasi melalui Jawa Hokokai untuk mencapai jumlah yang ditentukan guna memenangkan Perang Asia Timur Raya.

d. Majelis Islam A‘la Indonesia (MIAI)
    Golongan nasionalis Islam mendapat perhatian khusus dari pemerintah Jepang. Golongan ini memperoleh banyak kelonggaran/ keistimewaan dari pemerintah Jepang. Penyebabnya bahwa golongan ini sangat anti-Barat terutama dalam bidang agama dan ini memudahkan kerja sama dengan Jepang. Kemudahan itu diwujudkan dengan tetap diizinkannya satu organisasi Islam yang telah berdiri sejak tahun 1937, yaitu Majelis Islam A‘la Indonesia (MIAI) di bawah pimpinan K.H. Mas Mansyur.
    Latar belakang kerja sama MIAI dengan pemerintah Jepang ketika Jepang melontarkan janji untuk tetap menghargai Islam dan mengikutsertakan golongan Islam dalam pemerintahan. Janji ini dikemukakan oleh para pemimpin Jepang seperti Jenderal Imamura dan Gunseikan Mayor Okasaki pada bulan Desember 1942. Pernyataan tersebut disambut baik oleh K.H. Mas Mansyur. Sejak itu MIAI bekerja sama dengan pemerintah pendudukan Jepang.
    Pada bulan Oktober 1943 pemerintah Jepang membubarkan MIAI karena kegiatan-kegiatan yang dilakukan belum cukup memuaskan pemerintah Jepang. Sebagai penggantinya, dibentuk Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) pada tanggal 22 November 1943 yang dipimpin K.H. Hasjim Asj’ari dengan wakil-wakil dari Muhammadiyah K.H. Mas Mansyur, K.H. Farid Ma’ruf, K.H. Mukti, K.H. Hasjim, dan Kartosudarmo. Dari NU diwakili K.H. Naehruwi, Zainul Arifin, dan K.H. Mochtar.
    Organisasi Islam baru ini kemudian turut mengambil bagian dalam pemerintahan. Ketua Masyumi, K.H. Hasjim Asj’ari ditempatkan sebagai penasihat Gunseikan. Dalam badan-badan pemerintahan Jepang seperti Chuo Sangi-In (Dewan Penasihat Pusat) maupun Syu Sangi-kai (Dewan Penasihat Daerah), banyak tokoh-tokoh Islam yang duduk sebagai anggota. Dalam Chuo Sangi-In, Islam diwakili oleh enam orang ulama dari 43 jumlah anggota keseluruhan di antaranya K.H. A. Salim, K.H. Wachid Hasyim (ketua NU), dan K.H. Fatchurrachman (ketua Muhammadiyah Jawa Timur).

e. Organisasi-Organisasi Militer Bentukan Jepang
    Suatu korps pemuda yang bersifat semi militer (Seinendan) dibentuk pada bulan April 1943 untuk para pemuda yang berusia antara 14 dan 25 tahun (kemudian 22 tahun). Untuk para pemuda yang berusia 25–30 tahun dibentuklah suatu Korps Kewaspadaan (Keibodan) sebagai organisasi polisi, kebakaran, dan serangan udara pembantu. Pada pertengahan tahun 1943 dibentuklah Heiho (Pasukan Pembantu) sebagai bagian dari Angkatan Darat dan Angkatan Laut Jepang.
Jawa Hokokai, MIAI, Seinendan, Keibondan, Heiho, PETA
A. Latihan Seinendan
B. Kegiatan pelatihan tentara PETA.
    Pada bulan Oktober 1943 Jepang membentuk organisasi pemuda Indonesia yang bernama PETA (Pembela Tanah Air). Organisasi ini merupakan suatu bentuk tentara sukarela Indonesia yang beranggotakan 37.000 orang di Jawa dan 20.000 orang di Sumatra (di wilayah ini PETA disebut Gyugun). Peta dibentuk sebagai pasukan gerilya pembantu guna melawan serbuan pihak Sekutu. Korps perwira PETA terdiri atas para pejabat, guru, kiai, dan bekas serdadu kolonial Belanda. Organisasi militer ini menerapkan disiplin yang sangat ketat. Namun, organisasi militer ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh orang-orang Indonesia yang duduk sebagai petinggi PETA untuk melakukan indoktrinasi ide-ide nasionalis Indonesia.

Pengaruh Kebijakan Pemerintah Jepang Terhadap Bangsa Indonesia

Dalam waktu yang relatif singkat, angkatan perang Hindia Belanda bertekuk lutut kepada bala tentara Jepang di Kalijati tanggal 8 Maret 1942. Indonesia pun masuk pada sebuah periode pendudukan Jepang. Transfer kekuasaanpun terjadi dari sistem pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada sistem pemerintahan pendudukan militer Jepang. Jepangisasi pun terjadi di dalam berbagai bidang kehidupan. Selain dalam hal struktur pemerintahan dan sistem gaji, jepangisasi juga terjadi di berbagai bidang. Untuk hari-hari besar yang boleh dipasang hanya bendera Hinomaru, lagu kebangsaan yang dipakai adalah Kimigayo, pemberlakuan waktu Jepang, rakyat merayakan Tencosetsu, yaitu hari lahirnya Kaisar Hirohito, dan pemberlakuan mata uang rupiah Hindia Belanda sebagai alat jual beli dan pembayaran.
      Bagaimana sistem pemerintahan pendudukan militer Jepang bisa berjalan dan berpengaruh terhadap pergerakan bangsa Indonesia? Kebijakan umum Jepang terhadap rakyat Indonesia mempunyai dua prioritas utama sebagai berikut.
a. Menghapuskan Pengaruh-Pengaruh Barat
    Kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Jepang dalam menghapus pengaruh Belanda dalam kehidupan masyarakat Indonesia antara lain berupa pelarangan peredaran buku-buku berbahasa Belanda dan Inggris. Hal ini mengakibatkan meluasnya kesempatan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Pengaruh Kebijakan Pemerintah Jepang Terhadap Bangsa Indonesia
Pengaruh Jepang dalam penggunaan bahasa Indonesia.

b. Memobilisasi Rakyat demi Perang Dai Toa (Perang Suci)
    Untuk kebebasan dan kemakmuran bangsa-bangsa Asia, bagi Jepang setiap peperangan harus mencapai sebuah kemenangan. Kebijakan yang diambil antara lain sebagai berikut.
    Pengerahan tenaga kerja untuk membantu Jepang dalam membuat benteng pertahanan, lapangan terbang, dan terowongan. Dengan jalan kinrohoshi (kerja bakti) dan romusha (kerja paksa). Para pemuda dari desa-desa direkrut dan dibawa ke daerah-daerah lain untuk mengerjakan proyek-proyek Jepang. Selain itu, untuk keperluan perang sangat dibutuhkan tersedianya perbekalan yang cukup. Dari sinilah muncul ide penyerahan pangan dari rakyat kepada tentara pendudukan. Oleh karena itu, sungguh memilukan kondisi rakyat pada zaman Jepang, yaitu tenaga diperas harta dirampas.

c. Terjaganya Keamanan dan Ketenteraman di Daerah Pendudukan 
     Kempetai, yaitu polisi militer Jepang bertindak sangat bengis dan kejam dengan melakukan penangkapan dan penganiayaan secara sewenang-wenang. Jepang juga membentuk Gyugun, yaitu tentara garis kedua yang bertugas menjadi ”Pembela Tanah Air” atau yang kemudian dikenal dengan PETA. Kebijakan ini disambut dengan gembira oleh rakyat karena untuk pertama kalinya pemuda Indonesia mendapat pendidikan kemiliteran.

Perang Asia Pasifik Pada Perang Dunia 2 (Fase Pertama, Kedua, dan Ketiga)

Bagaimana kronologi meletusnya Perang Dunia II di Asia Pasifik? Secara umum perang itu terbagi menjadi tiga fase.
1) Fase Perang Pasifik Pertama (1941–1942)
      Secara kilat Jepang berhasil menduduki Filipina, Malaysia, Birma, Singapura, Indonesia, dan Kepulauan Solomon. Jepang memulai Perang Pasifik setelah mengebom Pearl Harbour tanggal
7 Desember 1941. Selanjutnya, Filipina diserang dan tanggal 2 Januari 1942 Manila jatuh. Jenderal Douglas Mac Arthur meninggalkan Filipina untuk menyusun kekuatan Sekutu di Australia.
Perang Asia Pasifik Pada Perang Dunia 2
Douglas Mac Arthur di Pasifik
      Selanjutnya, Jepang melakukan invasi ke Cina walaupun Cina dibantu oleh tentara USA. Birma pun berhasil diduduki tanggal 2 Mei 1942. Jepang mendirikan Republik Birma tanggal 1 Agustus 1943 dengan Presiden Dr. Ba Maw. Ini juga merupakan strategi Jepang untuk menarik simpati rakyat. Invasi Jepang ke wilayah Selatan bertemu dengan negara anggota Sekutu, yaitu Inggris dan Belanda. Namun, kedua negara itu tidak bisa membendung serbuan bala tentara Jepang. Pada tanggal
19 Desember 1941 pertahanan Inggris di Malaysia jatuh, setelah Penang diduduki Jepang. Bagaimana Belanda di Indonesia menghadapi invasi Jepang?
      Pada tanggal 11 Januari 1942 secara bergelombang bala tentara Jepang datang melalui pantai dan penerjunan udara. Pasukan infanteri Jepang dengan didukung artileri dan pesawat tempur dengan mudah meruntuhkan pertahanan tentara Belanda atau KNIL. Pada tanggal 1 Maret 1942 bala tentara Jepang sudah berlalu lalang di Banten, Indramayu, dan Rembang. Sungguh cepat gerakan tentara Jepang. Batavia yang dikosongkan oleh KNIL sejak tanggal 3 Maret 1942, dua hari kemudian sudah dikuasai sepenuhnya oleh Jepang. Selanjutnya, pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda menyerah kepada Jepang tanpa syarat di Kalijati. Inilah dimulainya masa pendudukan militer Jepang di Indonesia.

2) Fase Perang Pasifik Kedua Terjadi pada (1942)
      Jepang mulai mengalami kekalahan. Ini sejalan dengan kejadian yang dialami oleh blok poros. Kekalahan pertama Jepang terjadi pada tanggal 7 Mei 1942 saat terjadi Pertempuran Laut Karang dengan armada USA di bawah Jenderal Douglas Mac Arthur. Kekalahan Jepang terhadap Sekutu berikutnya terjadi di Guadalcannal pada tanggal 6 November 1942, dan kekalahan terbesar bagi Jepang terjadi pada tanggal 1 Maret 1943 dalam suatu pertempuran di dekat Kepulauan Bismarck. Dalam pertempuran ini Laksamana Yamamoto gugur.

3) Fase Ketiga Terjadi pada (1943–1945)
       Kekalahan demi kekalahan yang dialami tentara Jepang menyebabkan mereka tidak sanggup lagi menahan serangan Sekutu. Puncaknya terjadi pada tanggal 6 Agustus 1945 saat bom atom dilepaskan pesawat B-29 yang meluluhlantakkan Kota Hiroshima. Pemboman itu diulangi lagi tanggal 9 Agustus 1945 yang menghancurkan Kota Nagasaki. Akhirnya, Jepang menyerah kepada Sekutu pada tanggal 2 September 1945 di Teluk Tokyo.

Tuesday, May 17, 2016

Latar Belakang dan Proses Pendudukan Jepang di Indonesia (1942 - 1945)

Masa pendudukan Jepang merupakan periode yang penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pendudukan Jepang di Indonesia ditujukan untuk mewujudkan Persemakmuran Bersama Asia Timur
Raya. Untuk mewujudkan cita-cita itu, Jepang menyerbu pangkalan Angkatan Laut di Pearl Harbour, Hawai. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 7 Desember 1941.
      Gerakan invasi militer Jepang cepat merambah ke kawasan Asia Tenggara. Pada bulan Januari-Februari 1942, Jepang menduduki Filipina, Tarakan (Kalimantan Timur), Balikpapan, Pontianak, dan
Samarinda. Pada bulan Februari 1942 Jepang berhasil menguasai Palembang. Untuk menghadapi Jepang, Sekutu membentuk Komando gabungan. Komando itu bernama ABDACOM (American British Dutch Australian Command). ABDACOM dipimpin oleh Jenderal Sir Archibald Wa ell dan berpusat di Bandung.
Latar Belakang dan Proses Pendudukan Jepang di Indonesia
      Pada tanggal 1 Maret 1942 Jepang berhasil mendarat di Jawa yaitu Teluk Banten, di Eretan (Jawa Barat), dan di Kragan (Jawa Timur). Pada tanggal 5 Maret 1942 kota Bata ia jatuh ke tangan Jepang.
Akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda secara resmi menyerah kepada Jepang.
Upacara penyerahan kekuasaan dilakukan pada tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Dalam upacara tersebut Sekutu diwakili oleh Gubernur Jenderal Tjardaan Starkenborgh dan
Jenderal Ter Poorten, sedang Jepang diwakili oleh Jenderal Hitoshi Imamura. Dengan penyerahan itu secara otomatis Indonesia mulai dijajah oleh Jepang.
Kebijakan Jepang terhadap rakyat Indonesia pada prinsipnya diprioritaskan pada dua hal, yaitu:
1. menghapus pengaruh-pengaruh Barat di kalangan rakyat Indonesia, dan
2. memobilisasi rakyat Indonesia demi kemenangan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.
      Politik imperialisme Jepang di Indonesia berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam dan manusia. Jepang melakukan eksploitasi sampai tingkat pedesaan. Dengan berbagai cara, Jepang menguras kekayaan alam dan tenaga rakyat melalui janji-janji maupun kekerasan.

Dampak Pendudukan Jepang di Indonesia (Kehidupan Ekonomi dan Sosial Zaman Jepang, Organisasi Bentukan Jepang)

Pendudukan Jepang di indonesia memiliki dampak yang besar terhadap kehidupan bangsa Indonesia. Jepang menduduki dan menjajah Indonesia sejak jatuhnya Tarakan tanggal 11 Januari 1942 hingga 15 Agustus 1945. Selama itu, Jepang berhasil mengeksploitasi penduduk dan tanah Indonesia, lengkap dengan sumber daya alamnya.
a. Kehidupan Ekonomi Zaman Jepang
      Indonesia (disebut Jepang dengan To Hindo) sudah lama diincar bala tentara Jepang. Alasannya adalah melimpahnya sumber daya manusia dan sumber daya alam. Hal ini sangat penting untuk mendukung kepentingan perang Jepang. Pada masa pendudukan Jepang, perekonomian Indonesia bercorak ekonomi perang. Cirinya adalah adanya pengaturan, pembatasan, dan penguasaan faktor-faktor produksi oleh pemerintah militer.
     Pemerintah pendudukan segera mengambil alih seluruh kegiatan ekonomi dan pembangunan.
Pemerintah pendudukan Jepang kemudian mengeluarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 1942. Isinya
menyatakan bahwa pemerintah militer (Gunseikan) langsung mengawasi perkebunan. Perkebunan yang tidak mempunyai kaitan dengan perang ditutup. Sebaliknya, perkebunan karet, gula, teh, jarak, dan kina terus diberdayakan untuk perang. Komoditas ini sangat mendukung Jepang terutama dalam
menyiapkan akomodasinya.
Kehidupan Ekonomi Zaman Jepang
      Dalam bidang perbankan, Jepang melikuidasi bank-bank peninggalan Belanda. Hal ini dilakukan setelah bankbank tersebut membayar utang. Jepang kemudian mendirikan bank seperti Yokohama Ginko, Mitsui Ginko, Taiwan Ginko, dan Kana Ginko. Jepang mengeluarkan uang baru untuk menutup defisit akibat pembangunan bidang militer. Perekonomian penduduk lumpuh karena dikorbankan demi ”Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya”. Penduduk dimobilisasi untuk
menyerahkan hasil bumi dan tenaganya. Akibatnya, kekurangan gizi dan kesengsaraan merajalela di berbagai daerah.

b. Kehidupan Sosial Zaman Jepang
     Pemerintah pendudukan militer Jepang menerapkan beberapa kebijakan dalam rangka kepentingan perang. Jepang melarang seluruh kebudayaan Barat. Bahasa Indonesia dijadikan sebagai
bahasa resmi pengantar pendidikan menggantikan bahasa Belanda. Jepang juga menghapuskan sistem pendidikan berdasarkan kelas sosial pada era penjajahan Belanda.  
Pendidikan zaman Jepang antara lain:
1) Kokumin Gakko atau Sekolah Rakyat (lama studi enam tahun).
2) Shoto Chu Gakko atau Sekolah Menengah Pertama (lama studi tiga tahun).
3) Koto Chu Gakko atau Sekolah Menengah Tinggi (lama studi tiga tahun).
4) Pendidikan kejuruan bersifat vokasional seperti pertukangan, pelayaran, pendidikan, teknik, dan pertanian.
5) Pendidikan tinggi.
pendidikan zaman jepang
      Pendidikan zaman Jepang bercirikan militerisme. Siswa setiap pagi harus menyanyikan lagu kebangsaan Jepang (Kimigayo), mengibarkan bendera Jepang (Hinomaru) dan menghormat Kaisar
Jepang (Seikirei). Mereka juga harus melakukan Dai Toa, yaitu sumpah setia pada cita-cita Asia Raya dan wajib melakukan senam Jepang (Taiso) serta latihan fisik kemiliteran. Para guru dididik dengan Nippon Seisyin, yaitu latihan kemiliteran dan semangat Jepang. Selain itu, juga mengikuti indoktrinasi ideologi Hakko Ichiu. Mereka harus bisa memahami dan menerapkan bahasa, sejarah, dan adat istiadat Jepang. Guru-guru zaman Jepang juga diajari ilmu bumi dan olahraga serta nyanyian Jepang.
Bung Karno sedang mengerahkan Romusha
      Para pemuda dan orang tua diwajibkan mengikuti romusha untuk mengerjakan proyek Jepang atau medan perang. Ribuan romusha dikerahkan dari Pulau Jawa ke luar Jawa, bahkan ke luar wilayah Indonesia. Jepang menggunakan cara paksa, setiap kepala daerah harus menginventarisasikan jumlah penduduk usia kerja. Data inilah yang akan dijadikan romusha. Ribuan romusha dari berbagai daerah di Indonesia dikirim ke berbagai medan perang. Beberapa romusha yang masih hidup sempat melancarkan protes kepada pemerintah Jepang. Atas kekejaman bala tentara Jepang selama Perang Dunia 2, PM Jepang Jurichiro Koizumi. Pada tahun 2005 sempat minta maaf kepada negara-negara Asia.
Para pemuda potensial yang ada di desa, direkrut ke dalam organisasi lembaga semimiliter Jepang. Di bawah Sendenbu (bagian propaganda), mereka antara lain dimasukkan dalam lembaga sebagai berikut.
1) Seinendan yaitu tenaga cadangan untuk pertahanan jika diserang tentara Sekutu.
2) Keibodan yaitu organisasi bersenjata bedil kayu dan bambu yang menjaga keselamatan desa.
3) Pembela Tanah Air (PETA) yaitu tentara sukarela dengan senjata senapan dengan pendidikan militer dan politik.
4) Heiho yaitu prajurit pembantu bala tentara Jepang.
5) Fujinkai yaitu perkumpulan wanita untuk memobilisasi pengumpulan bantuan logistik perang.

Masa Pendudukan Jepang di Indonesia (Gerakan 3 A dan Tiga Kekuasaan Jepang di Indonesia)

Jepang pertama kali menyerbu Nusantara tepatnya di Tarakan. Serangan dilakukan pada dini hari tanggal 11 Januari 1942. Sekitar 20 ribu pasukan Kure mendarat di pantai timur Tarakan dalam dua kelompok. Belanda berusaha bertahan dengan 1.300 serdadu Batalion VII KNIL, beberapa kapal perang ringan, pesawat tempur, dan bomber.
      Jepang mengadakan serangan laut besar-besaran ke Pulau Jawa pada bulan Februari–Maret 1942. Pertempuran Laut Jawa terjadi antara armada laut Jepang melawan armada gabungan yang
dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman. Armada gabungan Sekutu kalah dan Karel Doorman gugur. Bala tentara Jepang pun masuk Kota Semarang dan kota-kota di Jawa. Jepang menyerbu Batavia dan menyatakan sebagai kota terbuka tanggal 5 Maret 1942. Bandung sebagai pusat pertahanan Sekutu-Hindia Belanda terancam. Inilah yang menyebabkan Panglima Hindia Belanda Letnan Jenderal Ter Poorten berinisiatif mengadakan perdamaian. Ia berunding dengan pemimpin tentara Jepang Jenderal Hitoshi Imamura beserta Gubernur Jenderal A.W.L. Tjarda van Starkenborgh
Stachouwer. Belanda akhirnya menyerah di Kalijati tanggal 8 Maret 1942.
Jenderal Hitoshi Imamura - Masa Pendudukan Jepang di Indonesia
     Jepang akhirnya berhasil menduduki Indonesia. Pemerintah Jepang membagi Indonesia menjadi tiga kekuasaan.
1) Pemerintah Militer Angkatan Darat (Tentara Kedua puluh Lima) menguasai Sumatra. Pusat kekuasaan di Bukittinggi.
2) Pemerintah Militer Angkatan Darat (Tentara Keenam Belas) menguasai Jawa dan Madura. Pusat pemerintahan di Jakarta dipimpin oleh Letjen Hitoshi Imamura.
3) Pemerintah Militer Angkatan Laut (Armada Selatan Kedua) menguasai Indonesia bagian timur. Pusat pemerintahan di Makassar.
      Kemenangan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya dijadikan sarana propaganda Jepang. Mereka menganggap sebagai saudara tua Asia melalui Gerakan Tiga A, yaitu Nippon Cahaya Asia,
Nippon Pelindung Asia, dan Nippon Pemimpin Asia.
Gerakan ini dipimpin oleh Mr. Sjamsudin. Namun, upaya Jepang untuk menarik simpati bangsa Indonesia melalui gerakan tersebut kurang berhasil.
Kemenangan Jepang dalam Perang Asia Timur
       Jepang kemudian membentuk pemerintahan pendudukan militer di Indonesia. Pemerintahan militer dipegang oleh Gunseikan dan membawahi empat bu (departemen). Jepang mengeluarkan
Undang-Undang No. 27 Tahun 1942 yang membagi Jawa menjadi tujuh belas syu (keresidenan). Syu dibagi menjadi beberapa syi (kota praja) dan ken (kabupaten). Ken meliputi beberapa gun (kewedanan). Gun dibagi ke dalam son (kecamatan), dan son dibagi lagi dalam ku (desa).

Negara Cina (Profil, Luas Wilayah, Perekonomian, Penduduk, Budaya, Pendidikan, dan Teknologi Negara Cina)

Cina merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki wilayah terluas dan jumlah penduduk terbesar di dunia. Luas wilayah Cina mencapai 9.596.961 km2. Cina terletak di Benua Asia dengan letak georgrafis antara 18' LU–54'BT dan 73'BT–135'BT. Saat ini Cina merupakan salah satu negara berkembang yang kini mulai menjadi salah satu negara industri baru.
negara cina
a) Perekonomian
       Kemajuan ekonomi Cina mulai terlihat sejak negara yang semula tertutup tersebut membuka perekonomiannya dengan negara lain. Cina mulai membuka diri terhadap pihak asing yang akan melakukan investasi di Cina. Hal ini terlihat dari meningkatnya sumbangan sektor industri terhadap perekonomian Cina. Sektor industri menyumbang 53,1% dari pendapatan nasional Cina. Kegiatan industri berkembang di berbagai daerah, terutama di daerah Beijing hingga Tianjiang, Shenyang,
dan Nanjiang hingga Shanghai. Perkembangan industri di Cina didukung oleh ketersediaan batu bara sebagai bahan bakar dan upah tenaga kerja yang murah. Negara Tirai Bambu ini menghasilkan mesin bubut, alat-alat pertambangan, suku cadang kendaraan bermotor, mesin, semen, dan pupuk. Cina juga mengembangkan industri perakitan elektronik, seperti komputer dan telepon genggam.
Perekonomian cina
       Kegiatan pertanian dan pertambangan masih memegang peran penting, yaitu menyumbang
sebesar 14,4% dari pendapatan nasionalnya. Kegiatan pertanian dikembangkan di daerah yang subur, seperti lembah Sungai Huang Ho, Chang Jiang, dan Xianjiang. Hasil-hasil pertanian Cina antara lain padi, jagung, gandum, kedelai, kacang, sorgum, kapas, dan teh. Cina juga kaya bahan tambang. Jenis bahan tambang yang dimiliki Cina antara lain minyak bumi, gas alam, bijih besi, aluminium, tembaga, tungstel, dan timbel.
b) Keadaan Penduduk
       Cina merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Pada tahun 2006 jumlah penduduk Cina mencapai 1.313.973.713 jiwa. Coba kamu bandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 245.452.739 jiwa. Untuk mengurangi tingkat pertumbuhan penduduk, pemerintah Cina menggalakkan program keluarga berencana. Dengan berbagai upaya, pemerintah
berhasil menekan pertumbuhan penduduk hingga mencapai 0,59% per tahun.
Cina mengalami beberapa masalah kesehatan umum yang sedang meningkat. Masalah kesehatan yang berhubungan dengan polusi udara dan air, wabah HIV AIDS, virus SARS, dan flu burung yang sedang meluas.
c) Budaya Masyarakat
       Penduduk Cina umumnya adalah ras Mongoloid dengan kulit kuning dan mata sipit. Mayoritas etnis Han menyusun hampir 93% populasi. Penduduk bangsa Han sendiri heterogen dan bisa dianggap sebagai kumpulan berbagai etnik yang menerapkan budaya dan bahasa yang sama. Bahasa yang digunakan secara luas di Cina yaitu bahasa Mandarin. Orang Cina terkenal memiliki budaya yang tinggi. Mereka telah lama mengenal tulisan, kertas, dan kompas. Orang Cina lah yang pertama kali mengenal mesiu sebagai bahan peluru senjata api. Cina juga memiliki ahli-ahli filsafat bijak seperti Konfusius. Masyarakat Cina terkenal sebagai pekerja keras dan ulet sehingga tingkat produktivitasnya tinggi. Mereka juga terkenal ahli dalam perdagangan.
d) Tingkat Pendidikan
       Sebelum berdiri sebagai RRC tahun 1949, sekitar 80% penduduk Cina adalah buta huruf atau setengah buta huruf. Jumlah murid di sekolahsekolah hanya tercatat 4,76%. Kini, pendidikan di Cina sudah mulai mengalami kemajuan. Sistem pendidikan di Cina bukanlah sebuah sistem yang seimbang. Walaupun banyak sekolah di perkotaan yang sudah modern, sebagian besar sekolah-sekolah di daratan Cina berada di perdesaan. Umumnya sekolah di wilayah perdesaan itu memiliki dana yang sedikit, pengajar dan peralatan yang tidak memadai.
pendidikan cina
e) Tingkat Teknologi
       Sebagai negara berkembang, Cina mengalami perkembangan teknologi yang cukup pesat, meskipun belum bisa menyamai teknologi negara-negara maju. Cina sudah mulai dibicarakan pengamat sebagai the next tech superpower. Cina memberikan perhatian besar pada perkembangan teknologi informasi (TI). Beberapa tahun lalu, berbagai peralatan teknologi komunikasi informasi
masih berlabel ”Invented in the USA”, sekarang di pasaran Hong Kong berbagai perlengkapan jaringan mulai sudah berlabel ”Made in China”. Selain itu, Cina juga mulai mengembangkan teknologi di bidang militer dengan membuat pesawat tempur, tank baja, dan berbagai persenjataan.

Luas Negara Singapura, Perekonomian, Bahasa, Tingkat Pendidikan, dan Infrastruktur Singapura (Profil Negara Singapura)

Singapura adalah sebuah negara kota di Asia Tenggara yang terletak di ujung Semenanjung Malaysia, berbatasan dengan Johor (Malaysia) dan Kepulauan Riau (Indonesia). Luas wilayah negara singapura adalah 581 km2 dengan panjang 43 km dan lebar 22 km. Wilayah yang kecil dan tidak memiliki sumber daya alam bukan menjadi halangan untuk menjadi negara maju.
negara singapura
a) Perekonomian Singapura
       Singapura memiliki pasar ekonomi yang maju dan terbuka dengan pendapatan per kapita kelima tertinggi di dunia. Pelaku ekonomi Singapura merupakan pelaku ekonomi yang paling kompetitif di dunia. Bidang ekspor, perindustrian, dan jasa merupakan sektor yang penting dalam ekonomi Singapura. Komoditas ekspor Singapura adalah barang-barang elektronik, bahan-bahan konstruksi, dan lain-lain. Komoditas impornya adalah bahan makanan, minyak bumi, dan bahan-bahan baku industri. Pemerintah Singapura menetapkan simpanan uang yang tinggi dengan memperkenalkan
sistem penyimpanan uang yang wajib kepada para pekerja. Dengan sistem ini, Singapura menempati peringkat ke-18 negara terkaya di dunia. Singapura mempunyai simpanan dana cadangan sebesar US$139 miliar. Singapura juga menjadi pusat jasa keuangan dunia.
Luas Negara Singapura
b) Keadaan Penduduk
       Singapura merupakan salah satu negara yang paling padat di dunia. Sekitar 85% dari rakyat Singapura tinggal di rumah susun dan apartemen yang disediakan oleh dewan pengembangan perumahan Singapura. Penduduk Singapura memiliki standar hidup yang tinggi. Berbagai fasilitas umum tersedia dan berstandar internasional.
      Mayoritas penduduk Singapura adalah etnis Tionghoa, sedangkan penduduk lain adalah etnis Melayu merupakan penduduk asli dan etnis India. Berbagai etnis ini dapat hidup berdampingan. Ini dibuktikan dengan adanya berbagai perayaan yang terdapat di Singapura, seperti tahun baru Imlek, hari Waisak, hari raya puasa, hari raya haji, Deepavali, dan natal. Perayaan hari-hari besar di Singapura tersebut merupakan daya tarik wisata.
c) Tingkat Pendidikan
       Pendidikan yang unggul menjadi kunci pertumbuhan dan perkembangan masyarakat Singapura. Singapura menjadi pusat pendidikan dunia selama bertahun-tahun. Sistem pendidikan bertujuan memenuhi kebutuhan individual dan mengembangkan bakat. Sekolah-sekolah Singapura menerapkan kebijakan dua bahasa. Kurikulum pendidikan disusun untuk mengembangkan inovasi dan semangat kewiraswastaan. Sekolah di Singapura juga memiliki standar yang tinggi, terutama untuk bidang matematika dan ilmu pengetahuan.
d) Infrastruktur
       Singapura merupakan salah satu negara yang memiliki jalur perhubungan terbaik di dunia, baik melalui darat, udara, maupun laut. Pelabuhan udara Changi melayani lebih dari enam puluh perusahaan penerbangan dunia. Jalur transportasi yang baik memudahkan akses ke seluruh bagian pulau. Singapura juga disebut sebagai negara yang mempunyai koneksi/hubungan paling banyak
di Asia. Singapura memiliki rata-rata masukan melalui internet sebanyak 42%.

Akhir Perang Dunia 2 (Tanggal Jepang Menyerah Kepada Sekutu dan Penyebab Blok Sentral Kalah Terhadap Sekutu)

Akhir perang dunia 2 bermula pada bulan Mei 1942, saat suatu serangan terhadap Australia terhenti dalam pertempuran di Laut Koral. Serangan serupa terhadap Hawai terhenti di Midway pada bulan Juni 1942. Pada bulan Agustus 1942 pasukan Amerika Serikat mendarat di Guadalkanal (Kepulauan Solomon) dan bulan Februari 1943 pihak Jepang telah dipukul mundur.
      Pada bulan Februari 1944 pasukan Amerika Serikat berhasil mengusir Jepang dari Kwayalein, di
Kepulauan Marshall, dan Saipan di Kepulauan Mariana. Pada tanggal 6 Agustus 1945 Sekutu menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Akhirnya Jepang menyerah dan menandatangai perjanjian di atas kapal USS Missouri tanggal 2 September 1945 di Teluk Tokyo.
little boy yang dijatuhan di hiroshima jepang
Untuk mematahkan semangat orang Jepang, Sekutu melakukan pengeboman terhadap kota-kota penting di Jepang seperti Tokyo, Osaka, dan Yokohama. Puncaknya pada tanggal 6 Agustus 1945 Sekutu menjatuhkah bom atom “Little Boy”, yang dijatuhkan dari pesawat pengebom B-29 Enola Gay yang dipimpin Kolonel Paul W Tibbets.
Blok Sentral pada khirnya harus menyerah kepada Sekutu pada bulan Mei 1945.
Berikut ini beberapa faktor penyebab kekalahan Blok Sentral terhadap Sekutu.
a. Blok Sentral tidak ditunjang oleh sumber-sumber kekayaan alam yang mencukupi kebutuhan perang.
b. Jumlah anggota kelompok Sekutu lebih banyak. Masuknya Rusia ke dalam blok Sekutu memperkuat blok tersebut.
c. Sekutu memiliki daerah jajahan yang dapat menunjang kebutuhan perang.
d. Blok Sekutu memiliki keunggulan teknologi persenjataan daripada Blok Sentral.

      Berakhirnya Perang Dunia 2 juga ditandai dengan penandatanganan berbagai macam perjanjian. Berikut ini beberapa perjanjian yang mengakhiri PD 2.
1. Perjanjian Potsdam tanggal 2 Agustus 1945
2. Perjanjian antara Sekutu dengan Jepang, disahkan di San Fransisco tanggal 8 September 1945
3. Perjanjian di Paris (1947)

Blok Sentral & Sekutu Perang Dunia 2, Tahapan PD 2, dan Medan Pertempuran Perang Dunia 2

Negara-negara yang terlibat dalam Perang Dunia 2 juga tidak jauh berbeda dengan Perang Dunia I. Perang Dunia 2 dapat dikatakan merupakan ajang balas dendam bagi negara-negara yang kalah dalam PD I. Negara-negara yang terlibat terbagi dalam blok Sentral dan blok Sekutu.
Berikut ini negara-negara yang terlibat dalam perang dunia 2.
a. Blok Sentral yaitu Jerman, Italia, Jepang, Austria, Rumania, dan Finlandia.
b. Blok Sekutu yaitu Inggris, Prancis, Rusia, RRC, Amerika Serikat, Austria, dan Polandia.

Secara umum Perang dunia 2 dibagi dalam 3 tahapan berikut.
a. Tahapan pertama, blok Sentral melakukan ofensif dengan taktik serangan kilat.
b. Tahapan kedua, merupakan titik balik. Blok Sentral bersifat defensif (bertahan) sedangkan blok Sekutu lebih banyak melakukan serangan.
c. Tahapan ketiga, blok Sekutu mulai mencapai kemenangan.

Pertempuran dalam Perang Dunia 2
      Medan pertempuran PD II lebih luas yaitu mencakup Eropa, Asia, dan Afrika. Perang Dunia II di wilayah Eropa terdiri atas beberapa medan pertempuran (front) yaitu front Eropa Barat, Eropa Timur, dan Eropa Tenggara. PD II juga meluas ke wilayah Afrika, dalam arti untuk perebutan tanah jajahan bangsa Barat di Benua Afrika.
a. Front Eropa Barat
    Perang di Eropa Barat ini merupakan tahapan pertama dari Perang Dunia II. Negara-negara Sentral yang dipimpin oleh Jerman bertindak ofensif. Jerman melakukan serangan kilat (blit kreig) menyerbu Denmark, Norwegia, Belanda, dan Lu emburg. Ke arah Selatan, Jerman menyerbu Prancis lewat belakang daerah pertahanan Maginot. Jerman berhasil menguasai setengah wilayah Prancis termasuk kota Paris. Prancis terpaksa menyerah di kota Compiegne.
b. Front Eropa Timur
    Diawali dengan penyerbuan Jerman ke Danzig, Polandia pada tanggal 1 September 1939. Hampir semua negara-negara di Eropa Timur mendukung Jerman kecuali Yugosla ia. Di bawah pimpinan Joseph Bros Tito, Yugosla ia mengadakan perlawanan gerilya yang menyulitkan Jerman.
c. Front Eropa Tenggara
    Jerman di bawah pimpinan Erwin Rommel memulai serangan dari Rumania menuju Balkan. Jerman yang sudah berhasil menguasai Balkan bergerak ke Selatan dalam upaya menguasai Terusan Suez.
d. Front Afrika
    Pertempuran di Front Afrika diawali dari upaya Jerman yang ingin menguasai Terusan Suez. Untuk itu Jerman memerintahkan Italia untuk menyerbu Mesir. Namun serangan Italia dapat dipukul mundur Sekutu hingga ke Abesinia. Pada awalnya Amerika Serikat bersikap netral. Akan tetapi setelah terjadi peristiwa Pearl Harbour tanggal 7 Desember 1941, AS menyatakan perang kepada Jepang. Sekutu membentuk komando gabungan yang dipimpin Jenderal Dwight Eisenhower.
       Pada tanggal 6 Juni 1944 terjadi pertempuran antara Sekutu dan Jerman di Normandia. Jerman dapat dipukul mundur. Sementara itu, wilayah Asia Pasifk membentuk pertempuran sendiri. Jepang berhasil menguasai Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Birma. Bahkan pada tanggal 27 Februari 1942 pertahanan Sukutu di Jawa dapat direbut Jepang. Peta kekuatan mengalami perubahan setelah terjadi pertempuran di Laut Karang. Pasukan Sekutu yang dipimpin Jenderal Douglas Mac Arthur dengan Laksamana Chester W. Nimit menyerbu Jepang sampai Pulau Okinawa.

Profil Negara Mesir (Luas Wilayah, Perekonomian, Kota-Kota di Mesir)

Mesir merupakan negara terbesar di wilayah Afrika Utara, tepatnya di antara 22 LU - 32 LU dan 25 BT - 36 BT. Luas negara mesir mencapai 997.739 km dengan jumlah penduduk sekitar 76.117.430 jiwa. Rata-rata kepadatan penduduk di Mesir mencapai 77 jiwa/km . Wilayah Mesir yang luas tersebut kebanyakan didominasi gurun yang tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal, sehingga penduduknya memusat di wilayah lembah Sungai Nil dan di pesisir pantainya.
profil negara mesir
      Adanya penduduk asli yang tinggal secara nomaden di daerah gurun menyebabkan Mesir mengalami ketimpangan dalam hal penyebaran penduduk dan pendapatannya. Meskipun memiliki banyak devisa, namun pendapatan perkapita penduduknya hanya mencapai 1.350 US dollar. Pendapatan tersebut didukung oleh beberapa kegiatan perekonomian berikut ini.
1 ) Pertanian
      Sektor pertanian menyumbangkan 17 perekonomian negara Mesir. Meskipun didominasi wilayah gurun, namun Mesir mendapatkan berkah dari adanya aliran Sungai Nil yang menyuburkan kawasan lembah dan deltanya. Mesir terkenal sebagai penghasil kapas, gandum, kurma, zaitun, dan serat papyrus (bahan baku kertas). Seiring dengan dibangunnya proyek raksasa bendungan Aswan, maka
pertanian Mesir semakin maju. Saat ini produk pertaniannya semakin berkembang dengan menghasilkan berbagai jenis buah-buahan, sayuran, padi, tebu, dan rumput-rumputan untuk makanan ternak.
2 ) Peternakan dan perikanan
       Selain sebagai petani, masyarakat tradisional Mesir juga banyak yang hidup dari beternak secara
nomaden. Jenis hewan ternak yang dikembangkan secara tradisional adalah domba, biri-biri, dan unta. Salah satu dampak pembangunan bendungan Aswan adalah mampu mendukung kegiatan peternakan, sehingga saat ini banyak peternak yang mulai mengembangkan ternaknya dengan cara-cara modern. Adapun perikanan dibedakan atas perikanan laut dan perikanan darat. Perikanan laut banyak diusahakan di perairan Laut Merah dan perairan Laut Tengah, sedangkan perairan darat banyak diusahakan di Sungai Nil dan di kawasan bendungannya.
3 ) Pertambangan
       Hasil tambang utama Mesir adalah minyak bumi dan gas alam yang terdapat di pantai dan perairan Laut Merah serta di kawasan Gurun Libya dan Semenanjung Sinai. Selain hasil tambang utama tersebut, dikembangkan juga pertambangan fosfat, bijih besi, dan garam.
4 ) Perindustrian
       Perindustrian termasuk di dalamnya perakitan, pertambangan, dan konstruksi, memberi masukan lebih dari 35 pendapatan nasionalnya. Hasil industri utama negara ini adalah tekstil, bahan-bahan kimia, besi, dan minyak beserta olahannya. Hubungannya dengan negaranegara maju menyebabkan Mesir juga mulai membangun perindustrian di bidang otomotif, elektronik, barang-barang rumah tangga, dan obatobatan. Kawasan industri utama terdapat di Kairo dan Ale andria serta di berbagai zona industri di sepanjang Terusan Suez.
5 ) Perdagangan
a) Ekspor berupa kapas, benang, tekstil dan permadani, minyak mentah, gas dan produk olahannya kopi, teh, cokelat, tebu, dan kurma.
b) Impor berupa mesin-mesin dan peralatan transportasi, besi dan baja, kertas dan produk olahan makanan, serta bahan-bahan kimia. Selain memperoleh de isa dari perdagangan,
Mesir juga diuntungkan dengan adanya Terusan Suez yang membelah negaranya, yaitu dari pelayanan pelabuhan dan bea masuk terusan.
6 ) Kota-kota utama di Mesir
a) Kairo, merupakan ibukota dan kota terbesar di Benua Afrika. Berfungsi sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, dan kebudayaan.
b) Alexandria, merupakan salah satu kota tertua di dunia, saat ini berfungsi sebagai pusat kebudayaan, filsafat, dan agama.
c) Suez, merupakan kota pelabuhan yang ramai, terletak di tepi Laut Merah dan berfungsi
sebagai pintu masuk Terusan Suez.
d) Port Said, merupakan kota pelabuhan yang sangat ramai. Terletak di tepi Laut Tengah dan
berperan sebagai pintu masuk Terusan Suez.
Di kota ini terdapat berbagai jenis industri, seperti industri kimia, pengolahan makanan, perikanan, dan rokok.

Profil Negara Brazil (Luas Wilayah, Perekonomian Brazil, Kota-Kota di Brazil)

Brazil merupakan negara terbesar di wilayah Amerika Selatan, tepatnya di antara 5 LU - 34 LS dan 35 BB - 74 BB. Luas negara brazil mencapai 8.547.404 km dengan jumlah penduduk sekitar 184.101.110 jiwa. Rata-rata kepadatan penduduk di Brazil hanya sekitar 22 jiwa/km . Mayoritas
penduduknya masih tinggal di daerah pedesaan dengan tingkat penghasilan yang belum begitu tinggi.
Profil Negara Brazil
     Di bidang perekonomian, Brazil menunjukkan peningkatan pendapatan perkapita negaranya dari tahun ke tahun hingga mencapai 2.590 US dollar. Pendapatan tersebut didukung oleh kegiatan perekonomian Brazil dari berbagai sektor.
1 ) Pertanian dan Kehutanan
     Sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian negara Brazil dan menyumbangkan sekitar 45 dari komoditas ekspornya. Hingga saat ini, Brazil merupakan pengekspor kopi utama
dunia, hasil-hasil pertanian lainnya berupa teh, rempah-rempah, kapas, cokelat, tembakau, kayu, jagung, dan tebu. Adapun wilayah hutan di Brazil merupakan salah satu sumberdaya yang sangat penting dalam pemenuhan produk domestik dan ekspor. Sekitar dua per tiga dari hasil-hasil hutan diperoleh dari hutan tropis asli, sedangkan sepertiganya dipenuhi dari hutan-hutan baru. Hasil-hasil hutan tersebut banyak dimanfaatkan untuk konstruksi dan pembuatan bubur kayu (pulp) sebagai bahan baku kertas.
2 ) Perikanan
     Perikanan menyokong 3 dari kebutuhan protein masyarakatnya. Dua per tiga hasil perikanan
dipenuhi dari hasil perikanan laut sedangkan sisanya dipenuhi dari hasil perikanan darat.
3 ) Pertambangan
      Pertambangan menyumbangkan 8,6 de isa bagi negara. Tambang utama di Brazil adalah bijih besi, sedangkan hasil tambang lainnya adalah emas, minyak, timah, nikel, aluminium, kapur, intan, dan berbagai macam, batu mulia.
4 ) Perindustrian
      Industri yang berkembang di Brazil, antara lain, industri baja, tekstil, semen, pengolahan makanan, petrokimia, perakitan pesawat dan mobil, serta barang-barang kimia dan elektronik.
5 ) Perdagangan
a) Ekspor: mobil dan suku cadang, besi dan baja, kopi, teh, cokelat, tebu, rempah-rempah, produk
makanan, dan ternak olahan.
b) Impor: minyak dan produk olahannya, mesinmesin mobil, kelistrikan, dan bahan-bahan kimia organik.
6 ) Kota-kota utama di Brazil
a) Brasilia, merupakan ibukota dan pusat pemerintahan, pendidikan, dan kebudayaan.
b) Sao Paulo, merupakan kota pusat industri, hampir 40 industri Brazil terdapat di kota ini. Jenis industri yang dominan adalah otomotif, tekstil, dan petrokimia.
c) Rio de Jeneiro, merupakan kota pelabuhan laut utama yang sangat ramai. Di kota ini juga terdapat industri bahan-bahan kimia dan gelas.
d) Porto Alegre, merupakan pusat industri pengolahan bahan makanan.

Sunday, May 15, 2016

Isi Perjanjian Postdam, Perjanjian Sekutu-Jepang (San Fransisco), dan Perjanjian Paris

a. Perjanjian Potsdam tanggal 2 Agustus 1945 
      Perjanjian ini dihadiri Truman (Amerika Serikat), Stalin (Rusia), dan Winston Churchill (Inggris) untuk menentukan nasib Jerman.
Berikut ini isi Perjanjian Potsdam:
1) Jerman dibagi menjadi dua daerah pendudukan . Jerman Timur diduduki Rusia, dan
Jerman Barat diduduki oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.
2) Kota Berlin di Jerman Timur dibagi menjadi empat daerah pendudukan. Berlin Timur dikuasai Rusia sedangkan Berlin Barat diduduki Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.
3) Jerman harus mengurangi angkatan perangnya.
4) Pengadilan bagi penjahat perang.
5) Jerman harus membayar ganti rugi perang.
6) Danzig dan daerah Jerman yang sebelah Timur Sungai Oder dan Niesse diberikan kepada Polandia.

2. Perjanjian antara Sekutu dengan Jepang
      Perjanjian ini disahkan di San Fransisco tanggal 8 September 1945, Perjanjian di San Fransisco  berisi hal-hal berikut.
1) Untuk sementara, Kepulauan Jepang diperintah oleh tentara pendudukan Amerika Serikat.
2) Pulau Kurile dan Sakhalin diserahkan kepada Rusia.
3) Manchuria dan Taiwan diserahkan kepada Tiongkok.
4) Pengadilan terhadap penjahat perang.
5) Jepang diharuskan membayar kerugian perang.


c. Perjanjian di Paris (1947)
      Perjanjian di paris yang menentukan nasib Italia, berisi hal-hal berikut.
1) Daerah Italia dipersempit.
2) Triest menjadi daerah merdeka di bawah pemerintahan PBB.
3) Ethiopia dan Albania bebas dari kekuasaan Italia.
4) Semua jajahan Italia di Afrika Utara diambil oleh Inggris.
5) Italia harus membayar kerugian perang.

Dampak Akibat Perang Dunia 2 (Dampak Bidang Politik, Ekonomi, dan Sosial)

Perang Dunia 2 telah berlalu dan dampaknya mengakibatkan dunia mengalami kerusakan yang parah. Negara-negara yang menang maupun pihak yang kalah menghadapi permasalahan dalam negeri yang pelik dan rumit. Kondisi dunia pasca tahun 1946 mirip dengan keadaan tahun 1919 setelah berakhirnya Perang Dunia I, bahkan jauh lebih parah. Begitu pula dengan perkembangan-perkembangan politik, ekonomi, dan sosialnya.
Dampak Akibat Perang Dunia 2 Bidang Politik, Ekonomi, dan Sosial

Bagaimana dampak akibat Perang Dunia 2 itu?, mari kita simak:
1) Dampak Di Bidang Politik
       USA dan Rusia sebagai pemenang menjelma menjadi dua negara adidaya yang berpengaruh. Mereka bahkan saling berebut pengaruh di berbagai belahan dunia dan memperebutkan hegemoni. Di kawasan Asia, nasionalisme memunculkan negaranegara baru, seperti Indonesia (17 Agustus 1945), Filipina (4 Juli 1946), dominion India-Pakistan (15 Agustus 1947) dan India merdeka penuh tanggal 26 Januari 1950, Birma (4 Januari 1948), dan Sri Lanka (4 Februari 1948). Sementara itu, politik perimbangan kekuatan antara USA dan Rusia memicu munculnya politik aliansi kembali dengan dasar collective security atau keamanan bersama.
      Selanjutnya, muncullah North Atlantic Treaty Organization (NATO), yaitu Pakta Pertahanan Atlantik Utara yang terdiri atas USA, Inggris, Prancis, Belanda, Belgia, Luxemburg, Norwegia, Kanada; Middle Eastern Defence Organization (MEDO) yaitu Organisasi Pertahanan Timur Tengah; South East Asia Treaty Organization (SEATO), yaitu Organisasi Pertahanan Asia Tenggara yang merupakan rantai pertahanan USA di Pasifik untuk menghadapi komunisme. Semua itu dijawab Rusia dengan membentuk Pakta Warsawa yang terdiri negara-negara di Eropa Timur. Dampak lain di bidang politik adalah perubahan teritorial. Negara-negara Jerman, Austria, Berlin, Wina, Triest, dan Indo-Cina dipecah belah oleh Sekutu dan dijadikan daerah pendudukan.

2) Dampak Di Bidang Ekonomi
      USA muncul sebagai negara kreditor bagi negara-negara di dunia, sementara Eropa tenggelam dalam krisis yang parah. Oleh karena itu, USA mengarahkan strategi ekonominya ke Eropa agar
Eropa tidak dicengkeram komunisme Rusia. Strategi itu antara lain dengan Truman Doctrine (1947) yang memberi bantuan ekonomi dan militer kepada Turki dan Yunani; Marshall Plan (1947) untuk
memberi bantuan ekonomi dan militer (Mutual Security Act/MSA) kepada negara-negara terbelakang di Asia; Colombo Plan ciptaan Inggris untuk kerja sama antarnegara di bidang ekonomi dan kebudayaan.

3) Dampak Di Bidang Sosial
      Perang Dunia II membuat penderitaan umat manusia yang luar biasa. Berjuta-juta orang mati sia-sia, sakit, dan cacat, belum lagi kehilangan rumah dan keluarga. Dari sinilah muncul ide untuk
mendirikan United Nations Relief Rehabilition Administration (UNRRA) yang bertugas memberi makan kepada orang-orang telantar, mendirikan rumah sakit dan balai pengobatan, mengurus pengungsi dan menyatukan anggota keluarga yang terpisah akibat perang, serta memfungsikan kembali tanah-tanah yang telah rusak.
      Itulah dampak akibat-akibat Perang Dunia 2. Kembali kita sadar betapa kejamnya perang. Namun, perdamaian serasa sulit diraih. Setelah Liga Bangsa-Bangsa gagal mengemban tugasnya, pada tahun 1946 lembaga itu dibubarkan. Tokoh-tokoh dunia pun kembali merancang terbentuknya organisasi yang bisa menjamin perdamaian internasional.

Jalannya Perang Dunia Ke-2 | Awal Perang Dunia 2 (Front Eropa, Afrika, dan Front Pasifik)

Jalannya perang dunia ke-2 dimulai dengan terjadinya perang antara Jerman melawan Inggris dan Perancis. Tindakan Inggris segera diikuti oleh negara-negara jajahannya, sedangkan Jerman diikuti oleh Sekutunya yaitu Italia dan Jepang. Rusia sebelum perang meletus telah diajak Jerman untuk mengadakan perjanjian tidak saling menyerang. Tetapi tidak beberapa lama diserbu juga oleh Jerman, yaitu pada tahun 1941, sehingga Rusia juga terseret dalam kancah perang.
      Begitulah, maka hampir semua negara di dunia turut serta dalam peperangan besar. Negara totaliter Jerman, Italia, dan Jepang yang disebut Blok Poros (Blok AS), dilawan oleh Blok Sekutu yang antara lain terdiri dari Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Belanda, Belgia, Cina dan Rusia.
Jalannya Perang Dunia Ke-2 dan Awal Perang Dunia 2
1. Front Eropa
      Hanya dalam waktu empat minggu saja Jerman dapat menduduki sebagian besar Polandia. Dengan strategi “Blitzkreig” atau “Perang Kilat” Jerman menyerbu Denmark, Norwegia, dan Swedia untuk mencari bahan tambang. Inggris yang akan membantunya dalam pertempuran di Narvik menderita kekalahan. Belanda, Belgia, dan Perancis juga diserbu oleh Jerman pada bulan Mei 1940. Dalam waktu 6 hari saja Belanda dan Belgia menyerah. Pemerintah dan Ratu Belanda Wilhelmina mengungsi ke Inggris. Setelah Perancis jatuh ke tangan Jerman, Hitler menawarkan perdamaian kepada Inggris. Usaha Hitler ternyata tidak berhasil. Bahkan Royal Air Force (Angkatan Udara Inggris) mulai melakukan serangan balasan pada tahun 1941. Sementara itu di Balkan, Italia, dan Jerman bersama-sama berhadapan dengan Ingris. Rumania dan Yugoslavia serta daerah-daerah sekitarnya berhasil diduduki Jerman. Kemudian Jerman juga ingin menguasai Ukraina tahun 1941, tetapi usahanya dapat dipatahkan oleh tentara Rusia di bawah pimpinan Jenderal Zukov.

2. Front Afrika
      Pada tahun 1941 tentara Italia-Jerman didaratkan di Afrika Utara untuk menguasai Terusan Suez. Terjadilah pertempuran-pertempuran dahsyat di daerah padang pasir. Tentara Jenderal Rommel yang amat terkenal itu dapat dipukul mundur oleh tentara Inggris – Amerika Serikat di bawah pimpinan Jenderal Montgomery dan Alexander. Tentara Amerika Serikat di bawah pimpinan Eisenhower mendarat di Maroko pada tahun 1943. Ia membebaskan Tunisia, bahkan seluruh Afrika Utara jatuh ke tangan Sekutu.

3. Front Pasifik
      Pertempuran ini terjadi antara Jepang melawan Amerika Serikat dengan sekutusekutunya. Perang di daerah Pasifik disebut Perang Pasifik atau Perang Asia Timur Raya

Pengertian Fasis dan Negara Fasis (Naziisme Jerman, Fasisme Italia, dan Miiterisme Jepang)

Fasisme adalah suatu gerakan radikal ideologi nasionalis otoriter politik yang mengedepankan bangsa sendiri dan memandang bahwa negara lain rendah. Ideologi Fasis berusaha untuk mengatur bangsa menurut perspektif korporatis, nilai, dan sistem, termasuk sistem politik dan ekonomi. 
Berikut adalah negara-negara fasis yang menjadi awal perang dunia ke-2:
1. Naziisme di Jerman
       Pada tahun 1919 di Jerman dibentuk Partai Buruh Jerman yang didirikan oleh Adolf Hitler. Kemudian di bawah kepemimpinan Hitler, partai yang semula kecil itu berkembang dan namanya diubah menjadi National Sozialistiche Deutshe Arbeiter Partei (NSDAP), yang disingkat Partai Nazi.
Sebab-sebab timbulnya Partai Nazi.
a. Kenangan akan kejayaan masa lampau yang ingin diperolehnya kembali. Seperti pada masa Fredrich Akbar dan Wilhelm I.
b. Rasa tidak puas di kalangan rakyat terutama disebabkan adanya kesulitan-kesulitan ekonomi.
c. Sistem pemerintahan yang demokratis parlementer dianggap tidak tepat lagi digunakan sebab mengutamakan kepentingan pribadi.
     Tujuan dan cita-cita Naziisme adalah kejayaan Jerman. Hitler menyebut dirinya sebagai Fuhrer yang artinya adalah pemimpin. Ia juga mengarang buku yang berjudul “Mein Kamf” atau
“Perjuanganku”, yaitu cara memperjuangkan Jerman atas dasar nasional sosialisme. Dikatakannya pula bahwa Jerman ditakdirkan untuk berkuasa atas bangsa-bangsa lain. Pada tahun 1933, Partai Nazi mendapat kemenangan sehingga Hitler diangkat sebagai perdana menteri. Langkah pertama yang diambil adalah membersihkan lawan-lawan politiknya dengan alat Gestapo atau polisi rahasia.
Pembantu-pembantu Hitler yang terkenal yaitu Gobbels sebagai Menteri Propaganda, Himmler sebagai Kepala Gestapo dan Goering sebagai Pimpinan Angkatan Udara. Pada tahun 1934 Presiden Jerman Hindenburg meninggal, lalu jabatan presiden dirangkap oleh Hitler. Dengan demikian dia telah mengukuhkan dirinya sebagai seorang diktator. Untuk memperlancar usahanya, sejak semula Hitler telah mengingkari Perjanjian Versailles yang mencemarkan nama Jerman. Selanjutnya Jerman dijadikan negara militer yang kuat dan rintangan-rintangan dari luar tidak dihiraukan lagi. Bahkan tahun 1933 Jerman menyatakan keluar dari keanggotaan LBB. Milisi umum pun segera dijalankan.
Pengertian Fasis dan Negara Fasis

2. Fasisme di Italia
      Dalam Perang Dunia I sebenarnya Italia termasuk negara yang menang dalam perang. Tetapi keadaan dalan negerinya sangat buruk. Oleh karena itu mudah tumbuh fasisme, yaitu paham yang mengutamakan negara di atas segala-galanya. Golongan Fasisme di Italia ini dipimpin oleh Benito Musollini, seorang bekas guru dan wartawan pada tahun 1919.
Sebagai seorang ahli pidato, Musollini berhasil menarik banyak pengikut.
Sebab-sebab timbulnya fasisme di Italia.
a. Bangsa Italia yang merosot kedudukannya menginginkan kejayaan kembali seperti zaman kerajaan Romawi.
b. Rasa tidak puas di kalangan rakyat, karena banyaknya pengangguran.
c. Sistem pemerintahan negara kesatuan Italia diperintah secara demokratis, tetapi tidak ada negarawan yang berhasil mengatasi kesulitan.
      Partai Fasis bercita-cita membentuk Italia Raya. Caranya dengan membentuk pemerintahan yang kuat di bawah pimpinan berkuasa penuh yang disebut “Il Duce” yang artinya pemimpin.
Pada waktu Italia mengalami masa-masa kekacauan pada tahun 1919 – 1922, Musollini di luar pemerintahan membentuk pasukan yang disebut “Kemeja Hitam”. Dengan persenjataan yang lengkap, mereka berhasil mengembalikan keamanan di seluruh Italia. Oleh karena itu ia mendapat dukungan dari rakyat dan akhirnya dapat memegang kekuasaan sebagai diktator pada tahun 1922 – 1943.
      Pada masa pemerintahan Musollini, Italia mendapat kemajuan-kemajuan yang amat berarti. Misalnya dapat memperbaiki perekonomian Italia yang meliputi perindustrian, pertanian dengan mengeringkan paya-paya, dan lalu lintas berjalan tertib. Pada tahun 1929 Musollini berhasil menyelesaikan suatu masalah yang telah lama ditangguhkan penyelesaiannya, yaitu berhubungan dengan Sri Paus. Usaha damai dengan Sri Paus selaku kepala Gereja Katholik Roma mencapai kata sepakat sebagai berikut.
a. Sri Paus diakui kedaulatannya sebagai kepala gereja yang bertahta di Vatikan.
b. Agama Katholik Roma diakui sebagai agama negara Italia dan diwajibkan diajarkan di sekolah.
c. Sri Paus mengakui pemerintah kerajaan Italia.
      Penyelesaian masalah gereja ini ternyata menguntungkan kedudukan Musollini. Sebagai salah satu bagian dari programnya, Musolini menjalankan politik luar negeri yang lebih agresif. Pada tahun 1935 Musollini merebut Abessinia atau Ethiopia dari Kaisar Haille Selassi. Di samping itu Albania juga direbut oleh Musollini, Raja Zogu diusirnya dan tahta kerajaan diberikan kepada Victor Emmanuel, Raja Italia pada tahun 1939. Sebelumnya pada tahun 1937 Italia menerima baik uluran tangan Jerman untuk mengadakan perjanjian persahabatan yang erat. Hubungan ini agak goyah ketika pada tahun 1938 Jerman menduduki Austria. Tetapi akhirnya Hitler dapat meyakinkan Musollini,
bahwa tindakannya itu tidak akan menggangu kedaulatan Italia. Demikianlah seperti Jerman pada masa Hitler, maka Italia pada masa Musollini mengalami kemajuan pesat di bawah rezim totaliter yang akan membawa Italia ke arah bencana Perang Dunia II.

3. Militerisme Jepang
     Kemajuan Jepang tampak sejak zaman Restorasi Meiji pada tahun 1868. Tokoh pembaharu Jepang ini adalah Mutsuhito atau Meiji Tenno. Ia mengadakan pembaharuan dalam berbagai bidang. Salah satu di antaranya adalah bidang militer. Ia memperbarui susunan Angkatan Darat dan Angkatan Laut yang mencontoh keadaan Jerman. Namun dalam Perang Dunia I Jepang ikut berperang melawan Jerman. Perang ini memberi kesempatan yang baik untuk merebut daerah jajahan Jerman di Cina, yang akan dibangun pangkalan di daratan Cina. Setelah Perang Dunia I selesai, Jepang sebagai negara yang ikut menang perang mendapat beberapa keuntungan berupa beberapa pulau bekas jajahan Jerman di Samudera Pasifik.
Naziisme Jerman, Fasisme Italia, dan Miiterisme Jepang
     Dengan demikian Jepang menjadi saingan berat bagi negara-negara Barat di Asia, karena hasil industrinya yang membanjiri pasaran Asia dan pengaruhnya di Benua Asia semakin bertambah. Meskipun Jepang mempunyai daerah jajahan di Korea, namun hal itu belumlah mencukupi. Oleh karena itu Jepang yang merupakan negara imperalis modern satu-satunya di timur jauh, berkeinginan untuk mempunyai jajahan luas di Asia.
     Pada tahun 1927 Baron Tanaka menjadi Perdana Menteri Jepang. Ia adalah ahli siasat militer yang sudah banyak pengalaman menghadapi Rusia. Kepada Kaisar Jepang disampaikannya rencana ekspansi Jepang untuk menguasai seluruh Asia Timur. Menurut Tanaka untuk dapat menguasai Cina lebih dahulu harus menguasai Mansyuria dan Mongolia. Apabila Jepang sudah dapat menguasai seluruh daratan Cina, semua negeri-negeri lainnya dan negara-negara di sekitar Asia Selatan akan menyerah kepada Jepang. Bahkan negara-negara besar di Eropa tidak akan berani mengganggu kedaulatan Jepang di Asia Timur.
     Pada tahun 1931 Jepang merasa sudah dapat menyaingi industri di Eropa. Bahkan mampu menguasai seluruh Mansyuria. Dengan keadaan semacam itu, maka Jepang berani menyambut protes LBB dengan pernyataan keluar dari LBB. Pada tahun 1936 Jepang bersama-sama dengan Jerman dan Italia membentuk “Anti Komintern Pact” dengan maksud untuk menghancurkan komunisme. Kemudian Jepang tidak kuat menahan sikap agresifnya. Oleh karena itu setelah menyerbu Cina Utara, pecahlah Perang Cina-Jepang pada tahun 1937. Perang tersebut menggoncangkan suasana
di daerah Pasifik, sehingga masing-masing negara di Pasifik mulai memperkuat kedudukannya. Tanda-tanda akan meletusnya Perang Pasifik mulai tampak nyata. Negara-negara Barat semakin cemas terhadap tindakan Jepang. Oleh bangsa Barat, Jepang dianggap sebagai “bahaya kuning” artinya bahaya orang Jepang yang menyaingi industri Barat. Lebih-lebih ketika Jenderal Tojo mulai memegang pemerintahan militer di Jepang pada tahun 1941.

Kronologi Perang Dunia Ke-2 (Fase-Fase Perang Dunia Kedua)

Pada dasarnya Kronologi Perang Dunia II bisa dibagi menjadi tiga fase.
1) Fase permulaan (1939–1942)
    Pihak Poros menang dan Sekutu kalah. Tanggal 1 September 1939 Jerman mulai menyerbu Polandia. Wilayah Polandia yang belum diduduki Jerman diserbu oleh tentara Rusia. Pada bulan April 1940 tentara Jerman mengarahkan serangannya ke barat dan menduduki Denmark, Norwegia, Belanda, Belgia, dan Lukxemburg. Selanjutnya, perang melebar ke Asia Pasifik setelah tanggal 7 Desember 1941 Jepang menyerang Pearl Harbour.
2) Fase the turning point tahun 1942.
    Inilah saat-saat keadaan menjadi terbalik, yaitu ketika Angkatan Udara Jerman mulai lumpuh. Pada tanggal 7 Mei 1942 Jepang juga kalah dalam pertempuran Laut Karang melawan USA.
3) Akhir Perang Dunia II tahun 1943–1945.
    Sejak Jerman dipukul mundur dari Stalingrad tanggal 19 November 1942 oleh tentara Rusia, Jerman harus keluar dari Rusia. Bahkan, tentara Rusia menyerbu Polandia dan daerah Balkan yang diduduki Jerman. Polandia dibebaskan, Rumania menyerah tanggal 24 Agustus 1944, Bulgaria (18 September 1944), Yugoslavia (12 Oktober 1944), dan Hongaria (13 Februari 1945).
      Sementara itu, Jenderal Douglas Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimitz berhasil menyapu armada Jepang dalam pertempuran Laut Karang tanggal 7 Mei 1942. Selanjutnya, tentara Sekutu dapat merebut Filipina tanggal 30 April 1945 oleh tentara Inggris di bawah Lord Louis Mountbatten. Dari Saipan dan Okinawa, tentara USA membombardir kota-kota di Jepang dengan pesawat B-29. Akhirnya, dengan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima tanggal 6 Agustus 1945 dan Nagasaki tanggal 9 Agustus 1945, Jepang mulai lumpuh. Tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah dan ditandatangani secara resmi pada tanggal 2 September 1945 di atas kapal ”Missouri” di Teluk Tokyo.

Kondisi Negara Eropa Tonggak Latar Belakang Lahirnya Perang Dunia 2 
      Perang dunia dua ini diawali dari kondisi negara-negara di Eropa yang berada dalam kepemimpinan, Jerman di bawah Adolf Hitler (1933–1945) menjadi kekuatan yang menakutkan. Dengan semboyan Furs Vaterland (Untuk Tanah Air), Hitler membangun Jerman yang porak-poranda dan terbelit utang akibat Perang Dunia I berdasar paham Nazi atau National Sozialistische. Hitler membangun angkatan perang yang tangguhdan melakukan imperialisme di Austria. Cekoslovakia hingga Danzig.
Kronologi Perang Dunia Ke-2
     Italia di bawah Benito Mussolini (1922–1944) membangun fasisme (fasisme berasal dari kata fascio, yaitu ikatan panah dengan kapak di dalamnya yang merupakan lambang dari kekuasaan
pemerintah Roma zaman kuno). Paham ini mengutamakan negara di atas segala-galanya.
Sejak berhasil menguasai Roma pada tahun 1922, Mussolini memerintah dengan diktator. Mussolini berhasil menduduki Etiopia (1935–1936), keluar dari keanggotaan Liga Bangsa-Bangsa (1937),
membantu nasionalis (Franco) di dalam perang saudara di Spanyol (1936–1939), dan membentuk Poros Roma–Berlin (1937). Alasan pembentukan poros ini selain adanya kesamaan asas fasisme dengan nasional sosialisme, juga karena sama-sama membenci komunisme Rusia.
      Spanyol yang dalam Perang Dunia I netral kini justru terlibat perang saudara. Perang saudara meletus pada tanggal 17 Juli 1936 setelah Jenderal Fransisco Franco memberontak. Pengikut Franco
disebut kaum Nasionalis didukung Jerman dan Italia. Pada tahun 1939 pasukan Franco menang dan memerintah secara fasis. Hampir semua negara di Eropa mengalami perubahan, tetapi perubahan itu justru menuju ke arah ketegangan dunia. Masing-masing negara membangun aliansi atau persekutuan untuk memperkuat diri. Dunia pun sedang dihadapkan pada Perang Dunia II.